Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4%

19.6%

8.1%

68.2%

KEREN..! Muda-Mudi Sukamanah Cigalontang Tasik Bikin IPPEN Lalu Bantu Lansia

592
0
IPPEN TASIK radartasikmalaya.com
Pemuda Pemudi Eureunmoyan Neglasari (IPPEN) Desa Sukamanah Kecamatan Cigalontang foto bersama usai menyalurkan bantuan kepada Lansia, Sabtu (29/08). istimewa untuk radartasikmalaya.com

CIGALONTANG – Ikatan Pemuda Pemudi Eureunmoyan Neglasari (IPPEN) Desa Sukamanah Kecamatan Cigalontang yang beranggotakan kurang lebih 270 anggota, menciptakan kartu Sehat Mandiri guna menjamin pengobatan puluhan lanjut usia (Lansia) yang ada di wilayahnya.

“Saya memiliki ide untuk membuat kartu sehat dan Alhamdulillah semua anggota ingin ikut kontribusi kepada masyarakat,” ujar Senip Apniyandi ketua IPPEN kepada Radar, Sabtu (29/08).

Senip mengungkapkan, para pemuda yang sebagian besar tukang pangkas rambut ini menyisihkan hasil usahanya untuk disumbangkan sebagai sumber dana kartu sehat bagi para Lansia.

Sebelumnya para pemuda pemudi ini, biasa membayar iuran sebesar Rp60.000 per tahunnya.

Namun mulai bulan ini, mereka harus membayar iuran sebesar Rp10.000 per bulannya.

Kartu sehat ini, diutamakan diberikan kepada para Lansia yang kesulitan akses akibat ekonomi lemah.

Kartu ini pun diberikan kepada Lansia agar dapat berobat secara gratis. Jadi ketika mereka sakit tidak perlu memikirkan biaya.

“Saat ini baru sebanyak 30 lansia yang dibantu oleh kami untuk biaya kesehatan. Targetnya bisa lebih banyak lagi, semua Lansia yang ada di Desa Sukamanah dapat menerima kartu sehat dari kami untuk membantu biaya pengobatan,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk sistemnya para Lansia diberikan kartu untuk berobat ke Puskesmas Pembantu (Pustu). Dan nantinya bendahara organisasi, selama 1 bulan sakali membayar ke Pustu.

Untuk nominal biaya pengobatan bagi para lansia, kata dia, tidak dibatasi. Selama berobat ke Pustu, maka akan di cover langsung oleh organisasi IPPEN.

Ini tentunya memudahkan para Lansia agar mereka tidak memikirkan biaya dan hanya datang langsung ke Pustu untuk berobat.

“Saya bersyukur semua masih memiliki kepedulian terhadap sesama dengan saling memberi. Meskipun sebagian besar dari anggota saya ini pekerjaannya pangkas rambut, tapi mudah-mudahan barokah,” kata dia.

(radika robi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.