Kernet & 2 Bos Bordir di Kawalu Kota Tasik Tewas Kecelakaan di Tol Cipularang

29317
0

KOTA TASIK – Nasib nahas dialami H Ruru (61), dan Dadan Zaenal Mutaqin (33) pengusaha bordir Kawalu Kota Tasikmakaya.

Betapa tidak, keduanya meninggal dunia setelah kendaraan travel colt diesel bernopol Z 7066 MG yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Tol Cipularang KM 92.100 jalur A.

Tepatnya di Kampung Pasir Munjul, Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.

Selain Ruru dan Dadan, insiden yang terjadi Senin (13/1) sore sekitar pukul 16.50, juga menyebabkan kernet travel meninggal. Sedangkan 3 penumpang lainnya selamat.

Diduga, mobil yang mereka tumpangi menabrak bagian belakang kendaraan lain yang ada di depannya.

Sementara itu sopir travel itu, Ila Sobar (41), mengalami lukan ringan. Ila juga merupakan warga Kawalu. Ruru warga Cibeuti dan Dadan warga Talagasari.

Informasi yang radartasikmalaya.com himpun di lapangan, kecelakaan ini bermula saat kendaraan yang mereka tumpangi melaju dari arah Jakarta usai mengirim bordiran menuju Bandung.

Setibanya di lokasi, pengemudi diduga tak bisa mengendalikan kendaraan hingga menabrak bagian belakang truk yang sama arahnya.

Truknya hingga kini belum diketahui identitasnya dan kabarnya terus melanjutkan perjalanan.

Kedua pengusaha bordir itu meninggal di tempat kejadian. Jenazah mereka sempat dibawa ke Rumah Sakit Thamrin Purwakarta, sambil si pengemudi mendapatkan perawatan.

Jenazah Ruru telah dimakamkan pihak keluarga di pemakaman keluarga Kampung Cibeureum, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Selasa (14/1) Pagi.

Sedangkan jenazah Dadan dimakamkan di pemakaman umum Gunungjambu, Kampung Pasangrahan, Kelurahan Talagasari, Kecamatan Kawalu.

Sementara itu illa, sang sopir yang selamat dalam kecelakaan itu dan warga perumahan Citra Pagaden, Kelurahan Gunungtandala, Kecamatan Kawalu, berobat ke Indihiang untuk diurut kakinya.

“Lagi diurut ke Indihiang, luka ringan dan kaki kiri patah di bagian betisnya,” cetus salah seorang tetangganya yang enggan diviralkan kepada radartasikmalaya.com.

Sementara itu, Robby Alfarizi (45), anak kandung korban Ruru mengatakan, keberangkatan ayahnya ke Tanah Abang, Jakarta mengantarkan bordiran.

“Sudah terjadwal setiap seminggu sekali (mengantar bordir, Red) berangkat Minggu malam jam 23.00 WIB, pulang Senin,” tuturnya yang ditemui di rumahnya.

Sekitar pukul 15.00 WIB sebelum kecelakaan terjadi, terang dia, ayahnya masih komunikasi dengannya. Setelah lewat setengah jam, dia mendapatkan kabar bahwa kendaraan yang ditumpangi ayahnya mengalami kecelakaan pukul 16.30 WIB.

“Kaget padahal bapak masih komunikasi sama saya jam 3 sore. Jam 5 sore dapat kabar dari penumpang lain kecelakaan dan meninggal dunia. Tak ada firasat apapun. Ya kita tabah saja. Mungkin ini sudah jalannya,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.