Kerusakan Kotak Suara Kian Meluas

12

JAKARTA – Kerusakan kotak suara Pemilu 2019 makin meluas. Setelah sebelumnya terjadi di di Cirebon, kini merembet ke Sinjai, Sulawei Selatan dan daerah lainnya.

Kondisi ini pun cukup disayangkan sejumlah pihak. Muncul kesan, KPU tidak komitmen dengan pernyataan awal.

Ya, di Sinjai jumlahnya 12 kotak suara yang rusak. Di Tasikmalaya Jawa Barat juga ditemukan 30 kotak suara yang sudah tidak bisa digunakan.

Banyaknya kotak suara yang rusak dinilai cukup mengkhawatirkan. Indonesia juga dikenal dengan negara lembab yang memiliki iklim tropis dan curah hujan yang cukup tinggi.

Pengamat Politik Ujang Komarudin menyayangkan hal tersebut. Menurutnya, sebelum KPU membuat kebijakan, sudah banyak pertentangan jika kotak suara hanya dibuat dengan karton kedap air.

Civil society sudah mengingatkan. Jika kotak suara bebahan kardus mudah rusak. Ketika sudah menjadi kebijakan KPU, kotak suara harus bisa dijaga.

Ketika rusak seharusnya tanggung jawab KPU. Saya waktu itu mengkritik keras kotak suara berbahan kardus, tegasnya kepada Fajar Indonesia Network, Kamis (14/2).

Lebih lanjut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini menambahkan, saat ini Indonesia sudah memasuki musim hujan sampai April. Jika KPU bilang kedap air, tentu pada batasan tertentu. Oleh karena itu harus ada langkah antisipasi dari KPU.

Jangan menyepelekan hal itu. Kalau tidak bisa diantisipasi, akan menjadi maslah di hari H. Dan tentu ini tidak kita inginkan. Karena pertarungan khususnya pilpres sangat keras.

“Nantinya bisa menjadi celah baik capres maupun caleg menggugat jika ditemukan kotak suara rusak yang sudah berisi surat suara,” bebernya.

Ia menyerankan, setiap daerah harus punya back up kotak suara. Karena logistik yang rusak akan menjadi beban pemilu. Dan KPU harus menyediakan cadangannya.

Terpisah, Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya kerusakan kotak suara Pemilu 2019.

KPU, kata Ilham, memastikan penyimpanan kotak suara aman hingga hari H pemungutan suara, 17 April mendatang.

“Kami sudah sampaikan standar operasional penyimpanan kotak suara dan logistik pemilu ke kawan-kawan KPU daerah,” ujar Ilham.

Ia mengakui bahwa memang di beberapa daerah terdapat kejadian kotak suara rusak akibat kondisi gudang penyimpanan logistik yang lembab atau terendam banjir. KPU Pusat sudah meminta KPU provinsi, kabupaten dan kota untuk menggunakan alas berupa palet.

“Kami sudah melakukan antisipasi dengan menggunakan palet, yakni pengganjal yang langsung mengenai lantai. Sebab jika kotak suara langsung di atas lantai kan lembab,” kata Ilham.

Terkait kerusakan kotak suara di Cirebon, kata Ilham sudah ada pendataan untuk nantinya disampaikan kepada KPU pusat. Nantinya, kotak suara yang rusak akan diganti dan diproduksi lagi.

“Kami perintahakan kepada divisi logistik KPU daerah untuk memastikan bahwa gudangnya tidak ada masalah. Misalnya di Cirebon kemarin, kan langsung ditangani dengan cepat ketika ada laporan itu,” ungkap Ilham.

Ilham membantah anggapan KPU tidak melakukan supervisi di gudang logistik daerah. Namun, jika dirasa masih kurang, KPU siap untuk melakukan supervisi secara melekat, di mana dapat dilakukan secara berkala, baik setiap pekan, atau dua pekan sekali.

Supervisi ini, menurut Ilham, juga disesuaikan dengan pengiriman kotak suara dan logistik lainnya.

“Karena kan setiap kabupaten atau kota tidak datang semua secara bersama. Misalnya, daerah yang jauh dulu saya dengar di Sumba sudah masuk. Kami pun sudah menginstruksikan agar KPU daerah berkoordinasi dengan Bawaslu setempat soal distribusi logistik ini,” pungkas Ilham. (khf/ful/fin)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.