Kesadaran Berobat Masih Lemah

13

TAWANG – Kesadaran masyarakat dalam menggunakan obat dengan tepat masih lemah. Apoteker dituntut bisa membina warga supaya menggunakan obat sesuai resep dokter.

Direktur Pelayanan Kefarmasian Dra R Dettie Yuliati Apt MSi mengatakan bahwa paradigma pengobatan sendiri di masyarakat masih cukup tinggi. Padahal penggunaan obat memiliki aturan yang tidak bisa disepelekan. “Minum obat itu kan tidak bisa sembarangan, harus dengan aturan dokter,” ungkapnya di sela kegiatan Gema Cermat yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya di Hotel Grand Metro, Rabu (5/12).

Menurut dia, setiap obat mengandung bakteri dan ketika penggunaanya tidak tepat maka akan menjadi racun untuk tubuh. Efeknya tubuh bukan malah sembuh tapi malah bertambah sakit. “Apabila digunakan dengan salah akan menjadi racun buat kita,” papar dia.

Bukan hanya masyarakat, apoteker pun sering kali ada yang nakal dengan menjual obat secara bebas tanpa resep dokter. Ketika apoteker melanggar, maka sanksi tegas pun akan diberikan baik terkait profesi atau sarananya. “Bisa izin apoteknya dicabut, atau apotekernya yang tidak boleh menjalankan profesinya lagi,” katanya.

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya Encu Darsiwa mengatakan pihaknya menggelorakan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat). Salah satunya yakni dengan menjadikan 30 apoteker sebagai agent of change untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat. “Tiga puluh apoteker ini kita pilih melalui seleksi, jadi kami tidak main-main,” tuturnya.

Encu berharap para apoteker di Kota Tasikmalaya menjalankan tugas secara profesional sesuai dengan kode etik profesi. Sejauh ini di Kota Resik tidak ditemukan apoteker nakal. “Mudah-mudahan tidak ada, bukan belum ada,” terangnya.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman melakukan penyematan kepada 30 apoteker yang ditunjuk sebagai agent of change. Di hadapan para kader dari setiap kelurahan yang hadir, dia mengajak untuk sadar akan aturan penggunaan obat. “Apalagi kalau sampai berani menggunakan obat terlarang, makanya masyarakat harus paham penggunaan obat,” tegasnya.

Kesehatan masyarakat, kata Budi, sangat penting dalam pembangunan daerah. Hal ini berkaitan juga ke bidang lainnya, seperti halnya pendidikan yang akan terganggu. “Orang tidak mungkin bisa mengenyam pendidikan secara maksimal dengan kesehatan yang buruk,” tutur dia. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.