Kesaksian Korban Tsunami Anyer, “Air Tiba-tiba Naik sampai Leher Saya”

420

SERANG – Tsunami Anyer menelan puluhan korban jiwa. Ratusan lainnya menderita luka parah.

Akses jalan dari arah Pantai Sambolo ke Pantai Carita juga terputus. Puluhan rumah penduduk yang berada di sepanjang pantai porak-poranda.

Puluhan kendaraan roda dua milik pedagang kaki lima di tepi pantai hanyut terseret gelombang tinggi

BACA JUGA : Tsunami Selat Sunda 29 Orang Tewas, Korban Kemungkinan Bertambah

Korban tsunami Anyer yang juga pemilik kios di Pantai Sambolo, Ramadhan (35) mengatakan, air naik pada Sabtu malam (21/12) pukul 21.30 WIB.

“Airnya tiba-tiba naik sampai leher saya. Dagangan saya kebawa air semua. Alhamdulillah saya bisa menyelamatlan diri,” terang Ramadhan kepada Pojoksatu.id, Minggu (23/12/2018)

BACA JUGA : Lagi Manggung Diterjang Tsunami, Personel Seventeen Meninggal, Artis Ini Juga Jadi Korban..

Setelah air pasang, tiba-tiba air langsung surut. Ia mengira akan terjadi tsunami. Karena itu, Ramadhan langsung berlari ke rumahnya yang berjarak sekitar 200 meter dari kiosnya.

Ia membawa istrinya, Yuli dan keluarganya yang lain untuk mengungsi ke gunung. Setelah itu, Ramadhan balik lagi ke pantai untuk menyelamatkan barang dagangannya yang masih tersisa.

Sementara itu, security Hotel Marbella, Suryana K mengatakan, baru kali air naik 2 meter.

“Ini baru pertama kali. Airnya naik tinggi sekali, kemudian langsung surut,” ucapnya. (sta/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.