Kesbangpol Garut Minimalisir Aksi Massa Saat Pandemi

26
0
DIKUMPULKAN. Bakesbangpol Garut mengumpulkan ulama dan Forkopimcam Kamis (17/12). Langkah itu dilakukan untuk meminimalisir aksi massa di tengah pandemi Covid-19. Yana Taryana / Rakyat Garut

SAMARANG – Aksi massa menyampaikan aspirasi sulit dibendung di tengah pandemi Covid-19. Beberapa kali unjuk rasa dilakukan sejumlah masyarakat di Kabupaten Garut.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Garut Wahyudijaya mengaku tak bisa mencegah aksi massa yang dilakukan masyarakat. Namun minimal ada penerapan protokol kesehatan.

“Makanya hari ini (kemarin, Red) kami kumpulkan para camat dan Ketua MUI se-Kabupaten Garut. Kami cari solusi alternatif agar aksi massa ini bisa diminimalisir,” ujar Wahyu, Kamis (17/12).

Dari dinamika yang berkembang, Wahyu memprediksi aksi massa bisa kembali terjadi. Pihaknya ingin mengedepankan musyawarah agar tak terjadi penumpukan massa.

Baca juga : Dokumen Pemekaran Garut Selatan Diserahkan ke Mendagri

“Kita bersama-sama untuk mencegah penyebaran virus corona ini. Aspirasi boleh disampaikan, tapi caranya yang mungkin bisa dilakukan berbeda. Minimal tak banyak melibatkan massa,” katanya.

Wahyu menyebut ingin melakukan pendekatan yang lebih humanis. Proses kondusivitas dan membangun komunikasi dengan lintas kepentingan juga dilakukan. “Kalau ada yang tak terima aspirasinya tak tersampaikan, bisa memakai jalur hukum,” ujarnya.

MUI punya peran penting melakulan kanalisasi terkait konflik keagamaan. Sejumlah permasalahan bisa diselesaikan terlebih dulu di tingkat kecamatan. “Kalau masih bisa di kecamatan selesaikan saja dulu. Tak mungkin semua masalah diurusnya di kabupaten,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.