Keseleo Sebabkan Otot Ligamen Robek

926
0
ILUSTRASI. Aktivitas yang tidak sesuai dengan posisi tubuh dapat menyebabkan otot ligamen pada pergelangan kaki mengalami cedera.
Loading...

CEDERA pergelangan kaki atau disebut ankle sprain adalah kondisi dimana ligamen –pita keras penghubung antartulang– teregang atau robek. Sumber nyeri biasa disebut muskuloskeletal. Yakni otot, tendo, ligament, sendi, saraf, meniskus dan tulang yang terganggu.
“Secara kronologis atau etiologi, ankle sprain ini terjadi karena pelepasan asetilkolin berlebihan ditambah pelepasan serotonin berlebih. Sehingga, menyebabkan kontraksi pada otot lokal, kemudian me­nuju aliran darah lokal, menyebabkan kri­sis energi, lalu nociceptive yang me­rupakan nyeri yang berhubungan dengan jaringan yang rusak. Akibat daripada aktivasi menjadi terangsang, sehingga menimbulkan rasa nyeri pada otot yang robek,” papar dr

dr Dadan Sofian

Dadan Sofian SpKFR MKes CH, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi di Klinik Spesialis Rehabilitasi Medik Perumahan Garuda Mas Blok E1, Jalan Letjen Mashudi, Cibeureum Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang dapat menyenyebabkan cedera pergelangan kaki. Diantaranya terpeleset atau keseleo, benturan otot, infeksi, gangguan hormonal, mengangkat beban terlalu berat dan melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan posisi tubuh.
“Salah satu penyebab nyeri otot yang paling sering adalah myofascial trigger point syndrom (MTPS). Yakni salah satu kondisi yang dapat memunculkan nyeri selain penyebab yang berasal dari saraf, tulang dan sendi,” terangnya
Nyeri karena MTPS adalah nyeri pada otot yang bersifat hipersensitif yang disebabkan oleh inflamasi pada fascia alias selaput pembungkus otot rangka. Gejala yang biasa dirasakan adalah nyeri lokal pada otot yang kadang-kadang menjalar. Rasa nyeri ini muncul ketika otot tersebut digerakan atau ditekan. Saat dilakukan penekanan otot biasanya muncul benjolan MTPS pada area yang nyeri dan ada kedutan otot. “Bisa juga dilakukan pemeriksaan penunjang dengan USG Muscle Curved, MRI dan lainnya atau bisa datang ke dokter rehabilitasi sehingga diketahui penyebab dan jelas tindakan yang dilakukan,” ujar dr Dadan yang juga bertugas di Rumah Sakit Syifa Medina, jalan Bantar Kota Tasikmalaya.
Gejala MTPS, lanjutnya, tidak cukup diatasi dengan obat-obatan. Harus dilakukan terapi modalitas seperti disorot dengan sinar laser, ultrasound, MWD dan Electrical Stimulation, yakni jenis terapi yang menggunakan aliran listrik dengan berbagai macam jenis frekuensi. Bisa juga dengan massage dan manipulasi, therapeutic exercise dan USG Guiding Injeksi. (ais)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.