Ketan Hitam Produk Andalan Desa Puspamukti Kabupaten Tasik

27
0
LUAS. Lahan persawahan yang digunakan menanam ketan hitam di Desa Puspamukti Kecamatan Cigalontang sangat luas dengan kualitas baik, Rabu (3/2/2021).
Loading...

CIGALONTANG – Pemerintah Desa Puspamukti Kecamatan Cigalontang mengembangkan agro edu wisata agar memiliki nilai ekonomis tinggi dengan menggunakan konsep pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kerakyatan.

“Kita sudah mulai pembenahan di lokasi agro edu wisata dan sekarang sedang pembangunan untuk balai pertemuan di dekat lokasi yang dijadikan spot untuk wisata. Pengerjaannya sudah dimulai sejak pertengahan bulan pada akhir tahun 2020,” ujar Kepala Desa Puspamukti Atang Ridwan kepada Radar, Rabu (3/2/2021).

Atang mengungkapkan, agro edu wisata dapat dimaknai menawarkan konsep pengalaman kepada pengunjung tentang kehidupan daerah pertanian. Nantinya, setelah pembangunan selesai, pengunjung mendapat kesempatan untuk melakukan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh petani.

Saat ini, ujar dia, mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani atau pun buruh tani. Kondisi pertanian di Desa Puspamukti selama ini memiliki produktivitas yang baik, karena ketersediaan air yang cukup. Petani atau buruh tani mampu panen padi sampai dua kali per tahun dengan hasil baik.

Dengan adanya sektor pertanian yang sangat luas ini, kata dia, membuat desa memiliki potensi besar untuk melakukan ekspansi usaha pada lahan pertanian.

loading...

Salah satunya potensi alam akan keindahan hamparan persawahan dan pemandangan gunung serta lahan hijau menjadikan desa ini memiliki potensi pengembangan usaha di bidang pariwisata pertanian.

“Sekarang kami sedang fokus ke pengembangan ketan hitam. Lahan yang sudah ditanami saat ini, luasnya mencapai 10 hektare. Lahan seluas itu digarap oleh sebanyak 48 petani, karena kebetulan semua itu merupakan persawahan milik warga. Kita bekerja sama dengan mereka untuk usaha agro edu wisata ketan hitam ini,” kata dia.

Atang menyebutkan, Agro Edu Wisata Puspamukti juga selain dibangun dengan menyuguhkan ketan hitam, juga ragam hasil pertanian khas desa seperti kopi, gula aren dan lainnya.

Pengunjung yang datang, nantinya tidak hanya bisa melihat bagaimana proses pertanian itu berjalan, tapi juga bisa mengonsumsi hasil pertaniannya secara langsung.

Kemudian, kata dia, untuk menarik dan membuat nyaman para pengunjung, di dekat lokasi agro edu wisata dibuatkan sebuah kedai, gasibu, gapura, spot selfie, dan balai pelatihan.

Untuk balai sendiri dapat berfungsi sebagai satu wahana bagi pengunjung untuk bisa mempelajari bagaimana dari mulai proses tanam ketan hitam hingga proses pengolahan produksinya.

“Nantinya para pengunjung yang datang dapat mengetahui bagaimana sistem tanam yang baik. Kami harapkan dengan dibangunnya balai pelatihan ini dapat menjadikan satu wadah bagi masyarakat yang mencakup pengolahan produksi. Nantinya kita tidak menjual produk bahan mentah, paling tidak minimalnya bisa menjual produk jadi,” kata dia.

Atang menjelaskan, sebelum bekerja sama dengan para petani, hasil produksi ketan hitam itu sering dijual ke luar kota. Di antaranya Bandung, Jakarta, Garut dan daerah lainnya. Namun sekarang bekerja sema dengan salah satu desa yang ada di wilayah Bali. “Mereka siap menerima hasil prodak ketan hitam hasil petani Desa Puspamukti,” ujarnya.

Lanjut dia, rencana untuk penyuplaian barangnya dimulai pertengahan bulan ini. Mereka meminta disuplai sebanyak satu ton setiap bulannya. Dalam memenuhi permintaan tersebut, pihaknya meminta bantuan juga ke desa tetangga seperti Desa Cigalontang dan desa Pusparaja.

“Pasalnya untuk panen ketan hitam itu membutuhkan watu 4-5 bulan sekali, sedangkan permintaan cukup banyak. Dengan demikian untuk menutupi kekurangan permintaan bekerja sama dengan desa tetangga. Pasalnya di desa tetangga juga banyak petani yang menanam ketan hitam,” katanya.

“Kebetulan di daerah sini ph tanahnya cukup bagus untuk menanam ketan hitam. Hasil produksinya terkadang melimpah. Alhamdulillah hasil para petani sekarang ada yang membeli dari luar daerah,” kata dia. (obi)

Baca juga : Sidang Netralitas ASN di Pilkada Tasik, Kejaksaan Hadirkan 3 Saksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.