Keterlibatan Wali Kota Tasikmalaya Dicermati

150

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku akan mencermati fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan terdakwa sekaligus Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo.

Termasuk, fakta bahwa Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman yang disebut ikut memberikan gratifikasi kepada Yaya Purnomo.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan tim penyidik tentu akan mencermati fakta-fakta yang muncul dalam persidangan Yaya Purnomo. Menurutnya, peran segala pihak yang disebut ikut terlibat akan didalami oleh penyidik.

“Kami tentu akan mencermati fakta-fakta di persidangan tersebut, termasuk peran-peran pihak yang muncul di persidangan pasti akan didalami,” ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (27/11).

Kendati demikian, Febri enggan menjawab perihal kemungkinan tim penyidik memanggil Budi Budiman untuk dimintai keterangan. “Karena proses ini sedang di persidangan, ada baiknya kita hormati dan simak persidangan yang terbuka untuk umum ini,” paparnya.

Nama Budi Budiman muncul dalam surat dakwaan KPK terhadap Yaya Purnomo. Budi disebut memberikan gratifikasi berupa uang senilai Rp 700 juta kepada Yaya. Uang tersebut diyakini untuk memuluskan pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah Kota Tasikmalaya pada APBN Tahun Anggaran 2018.

Uang tersebut dilaporkan diserahkan dalam tiga tahap. Pertama, saat Budi meminta bantuan Yaya dan Kepala Seksi Perencanaan DAK Fisik II Dirjen Perimbangan Kemenkeu, Rifa Surya terkait peningkatan DAK 2018 usai mengajukan usulan DAK kepada pemerintah pusat.

Yaya dan Rifa mengetahui adanya dana perimbangan yang bisa dialokasikan pada 2018. Setelah kedua pejabat Kemenkeu tersebut menjanjikan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya akan diprioritaskan sebagai penerima dana, Budi diduga menyerahkan uang sebesar Rp200 juta. Dana tersebut dibagi rata oleh Yaya dan Rifa, masing-masing Rp100 juta.

Penyerahan kedua dilakukan setelah Yaya menggandeng pengurus partai pengusung Wali Kota Tasikmalaya, Puji Suhartono, untuk menemui Budi Budiman di Tasikmalaya. Pertemuan tersebut berbuah komitmen fee terkait pengurusan anggaran Kota Tasikmalaya. Budi kemudian menyerahkan uang sebesar Rp300 juta kepada Puji. Puji mengantongi Rp100 juta, sedangkan sisanya diberikan kepada Yaya dan Rifa, masing-masing Rp100 juta.

Terakhir, pemberian ketiga dilakukan sekitar April 2018. Saat itu, Yaya dan Puji kembali menemui Budi Budiman di Bandung. Yaya lalu menjelaskan peluang Pemkot Tasikmalaya memiliki peluang untuk memperoleh anggaran APBN Perubahan Tahun Anggaran 2018 melalui DAK dan DID.

Namun, kata Yaya, ada syarat yang mesti terpenuhi. Yakni Kota Tasikmalaya mesti lolos audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian, serta Laporan Keuangan dan Pertanggungjawaban yang mesti diterima DPRD Kota Tasikmalaya.

Dalam pertemuan tersebut, lagi-lagi Budi menyerahkan uang senilai Rp200 juta kepada Yaya dan Puji. Uang tersebut kemudian dibagi-bagi kepada Yaya, Puji, dan Rifa masing-masing Rp 65 juta.

Sebelumnya diketahui, pada (14/8) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut memanggil sejumlah kepala daerah guna mendalami kasus tersebut. Termasuk di antaranya Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman.

Ketika itu, Budi enggan banyak bicara ketika ditanyai awak media. Sambil berjalan meninggalkan kantor KPK, dia hanya menjawab singkat setiap pertanyaan yang dilayangkan. Menurut Budi, pemeriksaan terhadap dirinya biasa saja. ”Terkait, tentang mekanisme pengajuan proposal,” imbuhnya.

Budi tidak merinci proposal yang dia maksud. Tapi, Budi mengakui bahwa itu terkait dengan APBD 2018 untuk wilayah yang dia pimpin. ”Ini terkait permohonan bantuan anggaran infrastruktur di Kota Tasik,” imbuhnya. Infrastruktur apa saja? Dia tidak menjelaskan. Yang pasti usulan atau pengajuan berasal dari pemerintah daerah (pemda) setempat. Berdasar data dari KPK, Budi diperiksa untuk tersangka YP (Yaya Purnomo). (riz/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.