Keterwakilan Perempuan Jadi Perhatian

29
0

TAROGONG KALER – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut tengah melakukan proses perekrutan untuk pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Proses rekrutmen KPPS ini kita buka dari tanggal 28 Februari sampai 27 Maret,” ujar Komisoner Divisi SDM dan Sosdiklih Panmas KPU Garut Nuni Nurbayani kepada wartawan Jumat (1/3).

Menurut dia, dalam rekrutmen KPPS pihaknya akan menerima 56.392 orang yang nanti akan ditugaskan di seluruh TPS di Kabupaten Garut. Jumlahnya mencapai 8.056 TPS. “Tiap TPS kita tempatkan tujuh orang KPPS yang bertugas membatu pelaksanaan Pemilu dari mulai proses pencoblosan sampai penghitunga suara,” terangnya.

Nuni menerangkan dalam prosesi rekrutmen KPPS, pihaknya akan melasanakannya secara terbuka. Hal itu sesuai dengan pasal 59 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017, dimana seleksi penerimaan anggota KPPS dilakukan secara terbuka. “Kita lakukan secara terbuka dengan memperhatikan kompetensi, kapasitas, integritas dan kemandirian calon anggota KPPS itu sendiri,” terangnya. Dalam penerimaan ini, pihaknya akan memperhatikan keterwakilan perempuannya, paling sedikit 30 persen.

Nuni menerangkan pembentukan KPPS dilaksanakan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa dengan bimbingan KPU dan PPK. “Jadi kami hanya membimbing saja, pelaksanaannya (rekrutmen) di tingkat PPS,” terangnya.

Dia berharap dalam proses rekrutmen KPPS diharapkan yang terpilih adalah SDM yang sesuai UU Pemilu, berintegritas, memiliki kemandirian dalam bersikap. Hal itu karena keberadaan KPPS merupakan ujung tombak suksesnya pelaksanaan Pemilu pada 17 April mendatang. “Anggota KPPS itu harus sehat secara jasmani dan rohani, karena tugasnya full time bahkan bisa sampai tidak tidur dalam beberapa hari. Jadi harus siap fisiknya,” paparnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.