Ketika Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo Mengakhiri Masa Jabatannya

192
0
YUDHA KRASTAWAN / INDOPOS KOMANDO. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo usai pengarahan di markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Kamis (7/12).

Pamit ke Anak Buah, Ingin Kumpul Bersama Keluarga

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan memasuki masa pensiun pada Maret mendatang. Lalu, apa yang akan dilakukan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1982 itu setelah purnawirawan nanti? Jenderal Gatot pun mengaku sudah memiliki rencana untuk mengisi hari tuanya. Apa saja?

YUDHA KRASTAWAN, Jakarta

SORAK sorai mendadak menggema di Balai Komando, Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/12). Sebanyak 1.200 prajurit pasukan elite TNI-AD itu langsung menyanyikan mars Komando ketika Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memasuki ruangan. Inilah salah satu kegiatan pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah 13 Maret 1960 itu mengakhiri masa jabatannya. Selanjutnya, posisi Gatot akan diisi Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP.
Kemarin, Jenderal Gatot memang sempat berpamitan kepada anak buahnya. Sebelum mengunjungi markas Kopassus, jenderal bintang empat yang ramah ini terlebih dulu menyambangi markas Divisi I Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat sekitar pukul 10.00 WIB. Kehadirannya disambut ribuan prajurit.
Agenda berikut, Jenderal Gatot akan mendatangi markas Kopaska-Marinir TNI AL dan Kopaskhas TNI AU. Tujuannya untuk memberikan pengarahan.
Dalam pengarahan di markas Kopassus, Jenderal Gatot menegaskan prajurit TNI merupakan patriot bangsa yang berjuang, rela berkorban demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menempatkan kepentingan rakyat di atas segala-galanya. ”Ingat kepentingan kalian (prajurit TNI, Red) adalah menjaga tegak kokohnya NKRI dan tidak akan pernah terbeli oleh kepentingan apapun,” tegasnya.
Pangdam V/Brawijaya 2010–2011 ini juga mengingatkan bahwa tantangan tugas ke depan bukan semakin ringan, khususnya dalam menghadapi tahun politik pada 2018 dan 2019.
”Kuncinya prajurit TNI harus tetap netral,” tandasnya. Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa sebagai manusia bila selama memimpin ada kesalahan dan kekhilafan mohon maaf, semua itu dilakukan hanya rasa cinta dan bangga kepada TNI.
Lantas apa kegiatannya kalau sudah pensiun? Mantan Pangkostrad itu lagi-lagi ingin berkumpul bersama istri, anak dan cucu-cucunya. “Setelah pensiun nanti saya mau kumpul bersama keluarga saja,” tandasnya kepada para jurnalis usai pengarahan.
KSAD 2014-2015 ini mengungkapkan selama mengabdi sebagai prajurit TNI, sangat jarang berkumpul bersama keluarganya. Apalagi, ia juga tidak pernah mengambil cuti tahunan. “Selama 35 tahun mengabdi, saya selalu bertugas di daerah operasi, hingga saya tidak bisa mengikuti perkembangan anak-anak saya mulai bayi sampai besar,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, memasuki masa pensiun nanti, mantan Gubernur Akmil ini baru bisa menikmati momen berkumpul bersama keluarga. “Dulu saya tidak bisa mengamati anak-anak saya sampai besar. Sekarang saya mau mengamati cucu-cucu saya,” ujarnya.
Jenderal Gatot juga menyatakan kesiapannya untuk bersaing dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, bukan terkait politik, melainkan soal momongan. “Cucu saya kan dua. Kemudian saya akan bersaing dengan Pak Jokowi, yang juga sudah punya cucu. Pak Jokowi tidak bisa setiap hari momong cucu. Kalau saya kan bisa setiap hari, “ ujarnya sembari tersenyum.
Sementara itu, berbicara soal elektabilitas Calon Presiden (Capres) 2019, Jenderal Gatot termasuk yang cukup tinggi di samping Jokowi dan Prabowo Subianto. Namun, ketika disinggung hal itu, Jenderal Gatot belum berpikir lebih jauh untuk maju sebagai Capres. “Saya sampai dengan akhir Maret masih prajurit TNI, tidak boleh berurusan dengan politik,” tegasnya.
Namun jika sewaktu-waktu dipanggil oleh negara, ia menyatakan siap untuk mengabdi. “Kalau negara memanggil, pasti saya siap,” tandasnya mantap. Selain mempunyai elektabilitas tinggi, Jenderal Gatot juga disebut beberapa lembaga survei sebagai calon pendamping yang pas untuk Jokowi. “Kalau orang berpersepsi ya boleh-boleh saja. Mau dibilang seperti ini, ya silakan saja,” tutur jenderal bersahaja ini. (*)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.