Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.3%

70.1%

Ketua Dewan Kabupaten Tasik Canangkan Gebrak Desa

134
0
MEMANTAU. Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya memantau kondisi Sungai Citanduy dan Cikidang di Kecamatan Sukaresik yang sering terjadi banjir tahunan, belum lama ini. DPRD KABUPATEN TASIKMALAYA FOR RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Figur Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi ini cukup nyentrik dan berani turun langsung dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat, khususnya di desa.

Bahkan, pria murah senyum ini pun mencanangkan program Gerakan Budaya Ngaraksa Desa (Gebrak Desa).

Baca juga : Langkah Tim Covid-19 yang Merazia PNS Pemkot Tasik Tak Bermasker Dapat Apresiasi

Politisi Partai Gerindra ini pun mengatakan bahwa Gebrak Desa ini menjadi sebuah restorasi dalam berbagai bidang di suatu desa. Mulai dari lingkungan, ekonomi, SDM dan semua aspek yang menyangkut kemasyarakatan.

Sehingga dengan ini bisa menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat yang ada di desa.

“Jadi Gebrak Desa ini fokus membangun dan menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di desa. Termasik bila ada potensi bisa menciptakan brand image desa, baik dari produk olahan makanan, kerajinan atau potensi wisata. Jadi dengan Gebrak Desa ini bisa menyentuh apapun untuk kemajuan Kabupaten Tasikmalaya yang diawali dari desa,” ujarnya kepada Radar, Senin (10/8).

Kata dia, sejauh ini yang mulai dijalankan adalah di desa yang ada di Kecamatan Sukaresik, di mana desa tersebut mempunyai persolan bencana, yakni banjir tahunan yang belum ada solusi sampai saat ini. Banjir tersebut bisa dipastikan selalu terjadi ketika Sungai Citanduy dan Cikidang meluap atau hujan dengan intensitas tinggi.

“Ya saya di DPRD melihat ada potensi bencana yang selalu hadir setiap tahun ini mencoba mencari solusi yang terbaik dan jangka panjang. Sehingga ke depan masyarakat di sana tidak lagi merasakan banjir tahunan yang cukup meresahkan dan berdampak terhadap pertanian juga,” katanya, menjelaskan.

Upaya yang sudah dilakukan, kata dia, dengan mendatangi langsung BBWS Citanduy untuk duduk bersama mencari solusi dalam persoalan banjir tahunan di Sukaresik.

Karena kalau terus dibiarkan dikhawatirkan menjadi bencana besar di kemudian hari. Maka dari itu, persoalan ini harus benar-benar serius penyelesaiannya sampai tuntas.

Kata dia, memang ada beberapa solusi yang bisa dilakukan dalam menangani banjir tahunan di Sukaresik.

Di antaranya pengerukan atau normalisasi Sungai Citanduy dan Cikidang yang sudah dangkal dan menghambat aliran sungai, sehingga terjadi luapan dan mengakibatkan banjir.

Maka dari itu, solusi dalam penyelesaian persoalan ini harus benar-benar dikawal oleh semuanya sampai tuntas. “Kita harus fokus merealisasikan mimpi masyarakat di sana yang tidak ingin lagi terjadi banjir tahunan,” ujarnya.

Kemudian, kata dia, contoh lainnya yang sudah dijalankan dalam Gebrak Desa di Desa Cayur Cikatomas. Di sana memanfaatkan embung dengan ditanami ikan jenis nila arwana sebanyak 200.000.

Baca juga : Kondisi 3 Pasien Positif Covid-19 di Kota Tasik Terus Membaik

Sehingga ada pemanfaatan yang nanti di kemudian hari bisa dipanen oleh masyarakat atau mungkin dikembangkan serta dibudidayakan. Dengan demikian diharapkan bisa menjadi pendongkrak perekonomian warga dan para petani.

“Termasuk sekarang juga sudah ada di Desa Cikunten yang ingin mengembangkan dari aspek wisata. Di mana daerah tersebut ada lahan kosong yang diinginkan untuk jadi bumi perkemahan, jelas ini bagus untuk dikembangkan dan harus didorong supaya bisa terwujud,” katanya. (yfi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.