Ketua KPU Akui Sempat Diamkan Soal 7 Juta Kontainer Surat Suara Tanjung Priok, Alasannya karena Ini!

31

JAKARTA — Inspeksi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Bawaslu di Pelabuhan Tanjung Priok bukan lantaran cuitan Wasekjen Demokrat Andi Arief di Twitter.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, pihaknya mengetahui soal tujuh kontainer berisi surat suara sejak kabar itu beredar.

Namun, karena tidak ingin isu itu menjadi gaduh, KPU memilih untuk mendiamkan terlebih dulu.

“Sejak siang (Rabu, 2/1), KPU sudah meyakini bahwa itu hoax. Tidak ada yang perlu sebetulnya untuk ditindaklanjuti,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (3/1).

Namun yang terjadi sebaliknya, semakin didiamkan isu tersebut terus berkembang luas. Untuk itu, setelah berkoordinasi dengan Bawaslu, KPU merasa perlu menyampaikan fakta dan data ke publik dengan melakukan pengecekan langsung ke Tanjung Priok.

“Jadi bukan karena kemudian Andi Arief menulis di Twitter-nya kemudian kami mengambil sikap itu, tidak,” jelasnya.

“Yang menulis di Twitter itu banyak, dan sejak saat itu kami melakukan tracking bekerja sama dengan Cyber Crime Mabes Polri, kami sudah sampaikan. Kemudian disebutlah beberapa akun itu anonymous, tidak beridentitas kira-kira begitu. Tiba-tiba hilang segala macam,” papar Arief.

(wah/rmol/pojokjabar)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.