Ketua PPK Tanjungjaya Diperiksa

UJANG NANDAR / RADAR TASIKMALAYA USAI PERIKSA PPK. Komisioner Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya Mohammad Abduh SSi (kanan) didampingi koleganya menjelaskan kepada wartawan usai memeriksa Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tanjungjaya Mamat Ruhimat di kantor Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya Kamis (11/1).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Saking Gembira, Khilaf Hadir di Pendaftaran Bakal Calon Gubernur
SINGAPARNA – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslu) Kabupaten Tasikmalaya memeriksa Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tanjungjaya Mamat Ruhimat Kamis (11/1). Pemanggilan ketua PPK itu terkait kehadirannya dalam pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum di Bandung Selasa (9/1).
Komisioner Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya Mohammad Abduh SSi mengatakan pemeriksaan Ketua PPK Tanjungjaya di kantor Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya itu guna memastikan kehadirannya dalam pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur pasangan M Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum. “Itu (dia) kami panggil guna klarifikasi terkait permasalahan itu agar jelas apakah sesuai dengan temuan dan peraturan undang-undang pemilu,” katanya di kantornya Kamis (11/1).
Setelah klarifikasi tersebut, nantinya akan ada pengumpulan berkas-berkas. Sesuai dengan peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Nomor 2 tahun 2017 tentang kode etik dan pedoman penyelenggara pemilu bila ada temuan harus ada klarifikasi terlebih dahulu. “Namun tetap kami tidak bisa menetapkan nasib Ketua PPK ini, tindak lanjutnya kami akan serahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU),” ungkap dia.
Menurut dia, bila PPK mengikuti atau menyukseskan pilkada termasuk mengikuti proses pendaftaran tersebut dilihat tidak etis dan melanggar kode etik. “Walaupun di luar tugas, bersangkutan juga mengakui bahwa ikut dalam proses pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur,” paparnya.
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 1 tahun 2017 tentang Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan undang-undang Nomor 10 tahun 2017 PPK harus memiliki integritas dan kapabilitas. “Kalau memang ini terbukti keputusannya berada di KPU dan untuk sangsi yang lebih beratnya bisa diberhentikan (dari Ketua PPK, Red),” ujarnya.
Mohammad Abduh menjelaskan dari pengakuan ketua PPK tersebut saat itu, ia berada di daerah Bandung, kebetulan ada pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur sehingga ia ikut rombongan tersebut. “Dia tidak menyadari bahwa dirinya tidak bahwa dia sebagai PPK,” tandasnya.
Ketua PPK Kecamatan Tanjungjaya Mamat Ruhimat mengatakan kehadirannya saat pendaftaran pasangan RK-Uu karena tidak disengaja dan tanpa direncanakan.
“Jadi waktu itu saya habis ada urusan keluarga, di jalan saya lihat kerumunan orang. Pas dilihat ternyata Pak Ridwan Kamil dan Pak Uu akan mendaftar, saya karena ikut rombongan kakak saya, ya saya ikut,” katanya kepada wartawan usai diperiksa Panwaslu Kabupaten Kamis (11/1).
Dia pun mengakui masuk ke kantor KPU Provinsi Jawa Barat untuk melihat langsung prosesi pendaftaran RK-Uu. Saat itu dia tidak sadar sebagai Ketua PPK Kecamatan Tanjungjaya.
“Waktu itu saya tidak ingat kalau saya sudah terikat jabatan ketua PPK, karena saking gembira ada putra daerah Tasik yang mendaftar,” ungkap dia.
Dengan perbuatannya tersebut, dia siap menerima konsekuensi apapun dari KPU Kabupaten Tasikmalaya. “Karena khilaf saya. Saya siap menerima sanksi apapun dari KPU,” tegasnya. (ujg)

loading...