Pihak Keluarga: Almarhum Demam Tinggi dan Trombosit Menurun

Ketua RT Wafat Diduga DBD

108
TANGIS KELUARGA. Keluarga Agus Suherlan (55) histeris saat jenazah tiba di rumah duka di Kampung Aboh, Sukamulya, Bungursari, Kota Tasikmalaya semalam. Pihak keluarga menduga almarhum wafat akibat terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya

TASIK – Ketua RT 01 Kampung Aboh, Sukamulya, Bungursari, Kota Tasikmalaya Agus Suherlan (55), semalam sekitar pukul 22.00 meninggal dunia. Pihak keluarga menduga almarhum wafat akibat terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).

Agus diketahui menghembuskan nafas terakhir, setelah sebelumnya mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Jasa Kartini (RSJK).

Anak almarhum, Anggi Gunawan (30) mengatakan ayahnya mengalami demam tinggi sejak Selasa (5/2), pihak keluarga langsung membawanya ke klinik untuk diberikan penanganan medis. “Karena kondisinya parah pada Rabu (7/2) langsung dibawa ke RSJK,” ujarnya kepada Radar.

Setelah itu, kata Anggi, keluarga diberi penjelasan oleh pihak rumah sakit bahwa trombosit Agus menurun dengan tensi darah rendah. Akan tetapi pukul 22.00 tadi malam, Agus menghembuskan nafas terakhirnya di RSJK. “Kalau lihat dari kondisinya kami menduga karena DBD,” tuturnya.

Sebelumnya, kepada keluarga, Agus mengaku kurang istirahat karena susah tidur. Agus pun sempat meminta dokter memberikannya obat supaya bisa tidur.

Tetangga Agus, Ibar (55) menyebutkan Agus baru sekali menjalani pemeriksaan. Rencananya pukul 01.00 dini hari tadi, dia akan diperiksa oleh petugas medis. ”Tadinya dijadwalkan mau diperiksa lagi tapi keburu meninggal,” tuturnya.

Ketua RW setempat, Dede Badrudin menduga penyebab meninggalnya Agus akibat DBD, dia mengaku kaget karena beberapa hari sebelumnya masih berbincang seperti dengan Almarhum. “Saya juga baru tahu hari ini (kemarin, Red),” katanya.

Suasana duka terlihat di rumah almarhum, warga sekitar pun berkerumun di sekitarnya. Tangis keluarga pecah saat jenazah datang dengan menggunakan ambulans. Setelah dipulasara dan disalatkan, jenazah langsung dikebumikan.

Diberitakan sebelumnya, warga Kampung Cicantel Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, Aah Komariah (45) diduga meninggal akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) sekitar pukul 18.30, Selasa (5/2).

Awalnya, Aah mengeluhkan sakit kepada suaminya Atop Hermawan (46), Senin (4/2). Kemudian, Aah dibawa berobat ke Puskesmas Tamansari namun tidak kunjung membaik.

Dari keterangan petugas puskesmas, almarhum disarankan untuk menunggu dua hari, sambil diberi obat rawat jalan. Pada malam harinya Aah menggigil dan mengeluh panas dingin.

“Setiba di rumah, malamnya malah panas dingin, kemudian muntah-muntah, saya kembali ke puskesmas lagi dan disarankan langsung ke rumah sakit untuk ditangani,” ujar Atop menceritakan kepada wartawan di sela proses pemakaman istrinya.

Akhirnya, kata dia, sekitar pukul 06.00 Selasa (5/2), dia membawa istrinya tersebut ke RSUD dr Soekardjo. Aah, langsung ditangani dan menunggu cukup lama hasil pemeriksaan dari laboratorium untuk diteliti penyakit yang diderita. “Ternyata dari hasil laboratorium, istri saya DBD. Kemudian tadi sekitar pukul 18.30 meninggal di ruang perawatan,” tuturnya seraya berpasrah. (rga/igi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.