KH Ma’ruf Amin Temui Habib Rizieq, PA 212 Gak Diundang

Habib Novel Bamukmin. Foto: dok.JPNN.com

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – KH Ma’ruf Amin akan datang menemui Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi dalam waktu dekat ini.

Hal itu diungkap langsung oleh Jurubicara Persaudaraan Ulama (PA) 212 Novel Bamukmin, Rabu (15/8/2018).

Habib Novel, demikian ia akrab disapa, memastikan pihaknya menerima dengan tangan terbuka kedatangan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

“Kami sangat mengapresiasi. Seorang ulama besar (Kiai Ma’ruf) yang dengan tawadunya mau menjalin silaturahmi dengan kami,” tuturnya.

PA 212, terangnya, akan dengan senang hati menerima kedatangan Kiai Ma’ruf.

Novel menyebut, pertemuan itu memang telah direncanakan sebelumnya.

Hanya saja, pertemuan itu antara Kiai Ma’ruf dan pendukungnya dengan Habib Rizieq itu tanpa melibatkan PA 212.

“Itu pertemuan Kiai Ma’ruf dengan HRS memang benar. Dan kami tidak dilibatkan oleh Kiai Ma’ruf dan pendukungnya,” kata dia.

Meski demikian Novel mengharapkan pertemuan antara Habib Rizieq dengan Kiai Ma’ruf yang kini menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo bisa menjadi solusi bagi hal-hal yang diperjuangkan PA 212.

Antara lain persoalan kriminalisasi ulama dan sejumlah terduga penista agama yang dibiarkan berkeliaran.

“Maka kami hanya mendoakan agar pertemuan itu bisa menyelesaikan masalah bangsa yang sangat kritis ini,” sambung dia.

Akan tetapi, untuk ajakan mendukung Jokowi, lanjutnya, PA 212 memastikan tetap akan berada di bawah komando HRS.

Kendati demikian, dirinya meyakini ajakan untuk mendukung capres petahan itu pasti tak akan diterima oleh HRS.

“Saya rasa tidak semudah itu, karena semua patokan ada di Jokowi untuk kami ganti di 2019,” tegas dia.

Novel menyatakan, ada sejumlah alasan PA 212 tak akan mau mendukung dan memilih Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.

Salah satunya, bahwa PA 212 sangat menghormati Kiai Ma’ruf dan fatwa yang dikeluarkan MUI.

“Kami sangat menghormati Kiai Ma’ruf Amin dan patuh akan fatwa MUI tahun 2015/V poin nomor 9 yang ditandatanganinya untuk umat Islam,”

“Yakni haram pilih pemimpin yang ingkar janji,” tuturnya.

(cuy/jpnn/ruh/pojoksatu/radartasikmalaya)

loading...