Khawatir Banyak Peserta Tak Lulus SKD

8856

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Pemerintah Kota Ta­sikmalaya khawatir banyak peserta CPNS tidak lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Sebab untuk bisa mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), harus melewati skor ambang batas (passing grade) SKD.

Sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) Nomor 36 Tahun 2018, peserta SKB ditentukan paling banyak 3 kali jumlah kebutuhan masing-masing jabatan. Berdasarkan peringkat nilai SKD yang tentunya lolos passing grade.

“Persoalan itu, ketika di suatu formasi, skor SKD peserta nilainya dibawah passing grade. Kita khawatir itu tidak bisa diisi (formasi CPNS, Red),” ujar Kepala Panitia Seleksi Daerah (Panselda) Sekda Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan kepada Radar, Selasa (30/10).

Sebab pihaknya belum memastikan berapa peserta formasi Pemkot Tasikmalaya yang memenuhi passing grade atau tidak. Hanya saja, dia berharap skor peserta melebihi ambang batas, sehingga dapat diambil 3 kali jumlah formasi untuk mengikuti SKB.

“Semoga peserta nilainya banyak yang diatas, supaya bisa terisi untuk seleksi selanjutnya. Peserta SKB diukur tiga kali jumlah formasi dari peserta yang lulus passing grade SKD,” harapnya.

Di sisi lain, adanya tweet pada akun twitter official Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada Minggu (28/10) lalu yang memposting peserta CPNS Formasi Pemkot Tasikmalaya atas nama Santi Apriani mencapai top scorer SKD. Di mana raihan skor Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 125, Tes Intelegensia Umum (TIU) 125 serta Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 152 jumlah 402. Sementara, passing grade TWK 75, TIU 80, TKP 143 total 298. “Alhamdulillah memang, sampai saat itu (Minggu) sementara peserta kita tertinggi. Tetapi kita tidak tahu, nanti dilihat apakah peserta lainnya juga memenuhi atau tidak,” tuturnya.

Ivan pun berharap proses perekrutan calon abdi negara berjalan lancar dan pengangkatan pegawai bisa secepat mungkin. Baik di akhir Tahun 2018 atau di awal Tahun 2019. “Kita ingin semua kuota terisi. Supaya sesegera mungkin menjadi tambahan tenaga Pemkot dalam bekerja,” ungkapnya.

Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Kota Tasikmalaya Gungun Pahlagunara menjelaskan apabila satu formasi tidak ada satu pun peserta lolos passing grade SKD, pemerintah daerah bisa mengusulkan supaya dilakukan perangkingan di formasi tersebut, tanpa menghitung ambang batas. “Berkaca perekrutan di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) periode lalu, memang mereka usulkan pengecualian karena banyak pesertanya yang tidak lolos passing grade. Tapi itu harus izin dari Kemenpan-RB tidak serta merta juga,” pungkasnya. (igi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.