Khawatir Menular Saat Pilkades, Satgas Covid-19 Ciamis Diminta Siaga

51
0
Corona virus outbreak. Epidemic virus protection concept.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Sukaraja Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis Tatang Herisman menyampaikan memang warga yang sakit atau pasien Covid-19 memiliki hak mencoblos. Namun, di Desa Sukaraja tidak memberlakukan bilik suara khusus untuk pasien Covid.

Salah satu solusinya yaitu melainkan diserahkan kepada para calon kepala desa: kalau memang terbukti ada pasien Covid-19 dan dianggap pendukungnya supaya meminta keikhlasan mereka agar pasien tersebut tidak mencoblos, karena dikhawatirkan bisa menularkan kepada yang lain.

“Alasannya begitu karena khawatir kalau dia datang ke TPS pada takut, alasannya lagi karantina dan jangan kemana-mana,” ujar Tatang dihubungi Radar Selasa (15/12). Tatang adalah Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Sukaraja Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis.

Baca juga : Dewan & Distan Ciamis Tak Temukan Solusi Soal Pupuk Subsidi untuk Petani

Menurut Tatang, tidak bisa juga panitia “menjemput bola” atau mendatangi pasien tersebut ke lokasi isolasi karena pencoblosan harus dilaksanakan di TPS.

“Karena jelas aturannya harus memberikan hak suaranya di TPS. “Jadi tidak bisa seperti Pemilu dulu dijemput ke rumah-rumahnya,” kata dia memaparkan.

Sementara itu, terpisah Calon Kepala Desa Sadananya Kabupaten Ciamis Agus Pirman berharap pasien Covid-19 seharusnya difasilitasi untuk memberikan hak suaranya melalui tim medis dari Satgas Covid-19. Menurutnya, selain panitia, harus ada juga tim dari Satgas Covid-19 yang turut serta menyukseskan Pilkades Serentak 2020 di Kabupaten Ciamis.

“Saya berharap tim medis dari Satgas Covid ini bekerja sama dengan panitia agar pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri dapat menyalurkan hak pilihnya di akhir waktu pencoblosan,” kata dia berharap.

Agus mengharapkan, bagi warga yang positif Covid dibekali alat pelindung diri saat akan mencoblos. Karena apabila tidak ada solusi seperti itu bisa berdampak pada gagalnya Pilkades yang diharapkan partisipasinya lebih dari 50+1 partisipasi pemilih.

Untuk pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit juga bisa dibuat TPS khusus, hal ini bermaksud untuk menjaga tingkat partisipasi pemilih.

“Karena jelas yang pasien Covid juga ingin menyalurkan hak pilihnya,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.