Khawatir Serangan DBD

15
FOGGING. Warga Lingkungan Lebak Kelurahan Ciamis melaksanakan fogging nyamuk ke rumah-rumah warga, Minggu (17/2).IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Warga Lingkungan Lebak Kelurahan Ciamis mulai merasa terancam serangan demam berdarah dengue (DBD). Mereka pun beramai-ramai melaksanakan fogging pada Sabtu dan Minggu (16-17/2). Pengasapan itu dilakukan ke hampir 1.100 kepala keluarga (KK).

Ketua RW 12 Asep menjelaskan di wilayahnya memang belum ada yang terkena DBD. Namun, karena saat ini memasuki musim hujan dan khawatir ada serangan nyamuk aedes aegypti, warga berinisiatif untuk melakukan fogging seluruh lingkungan demi mencegah DBD. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk membersihkan lingkungan serta sampah-sampah agar tidak ada jentik nyamuk,” ucap Asep kepada Radar.

Menurut dia, pengasapan itu lebih efektif untuk memberantas nyamuk-nyamuk berbahaya. Maka dari itu, warga sangat kompak melakukan fogging untuk menjaga lingkungan benar-benar bersih dan aman.

Tokoh pemuda Lingkungan Lebak Fakhrizal Rismawan menyebutkan fogging nyamuk itu merupakan inisiatif warga. Pengasapan dilaksanakan selama dua hari dan terlaksana dengan baik. “Semoga dengan antisipasi fogging, warga semua aman tidak ada yang terserang DBD,” tutur dia.

Berdasarkan rilis Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, kasus DBD terus bertambah. Secara nasional, jumlah kasus hingga tanggal 3 Februari 2019 adalah sebanyak 16.692 kasus dengan 169 orang meninggal dunia. Kasus terbanyak ada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, NTT, dan Kupang.

Data sebelumnya pada 29 Januari 2019, jumlah kasus DBD mencapai 13.683 dengan jumlah meninggal dunia 133 jiwa. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI dr Anung Sugihantono MKes mengatakan Jawa Timur masih menduduki jumlah kasus terbanyak di antaranya di Kediri dan Ponorogo. “Salah satu yang menarik ditemukan adalah jentik nyamuknya sudah ada di pagar-pagar rumah, karena di bagian rumah di sana menggunakan bambu dan jentik-jentiknya ada di sana,” kata dr Anung dilansir dari website resmi Kemenkes.

Demam berdarah itu, lanjut Anung, ada diagnosanya. DBD ada yang hanya di tahapan klinis dengan tanda panas pada penderita, kemudian sedikit ada tanda-tanda perdarahan. Kemudian dengue shock syndrome (DSS), yakni kondisi dari demam berdarah yang sudah masuk kepada tahapan syok. “Kalau sudah syok berarti ada gangguan dari sirkulasi darah atau sejauh ini kejadian yang bisa kita temukan memang yang DSS porsinya tidak lebih dari 10 persen,” ucap Anung.

Dengan kondisi seperti itu, Anung menekankan bahwa cara yang paling efektif adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Selain itu ditambah perilaku hidup bersih dan sehat, memberantas jentik nyamuk di rumah dan sebisa mungkin menghindari gigitan nyamuk seperti tidur dengan memasang kelambu, menggunakan lotion pengusir nyamuk, dan menanam tanaman pengusir nyamuk. (isr/snd)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.