WUB Jargon Politik Budi-Yusuf, Masih Jauh dari Ekspektasi Warga Kota Tasik

78
0
EVALUASI. Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya mengevaluasi pelaksanaan Program WUB di Tahun 2019 bersama Satker Program WUB dan perwakilan dinas pelaksana di Ruang Rapat Komisi Kamis (9/1).
Loading...

INDIHIANG – Program Wira Usaha Baru (WUB) dinilai perlu pembenahan secara serius. Jargon janji politik H Budi Budiman-H Muhamad Yusuf yang akan melahirkan 500 pengusaha itu, masih jauh dari ekspetasi.

Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Ir Tjahja Wandawa menyebut spirit program itu digulirkan untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

Saat rapat kerja bersama stakeholder terkait WUB, pihaknya belum mendapat gambaran jelas daya dorong pengentasan dua persoalan tersebut.

“Spiritnya mengurangi pengangguran dan kemiskinan, kami tadi cek ke instansi masing-masing, memastikan apakah rekrutmen WUB di kantung-kantung warga miskin tidak? Mereka belum bisa sajikan datanya,” kata dia di sela rapat evaluasi WUB di ruang rapat komisi, Kamis (9/1).

Ia merinci dari hasil rekrutmen di tahun kedua, persentase rekrutmen secara umum menyentuh 70 persen dari target 1.000 peserta. 75 persen di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, 60 Persen Dinas Pendidikan, 75 persen Disporabudpar serta 80 persen Dinas KUMKM Perindag.

Sepintas, kata Tjahja, ia mengakui apabila kuota dapat dipenuhi dengan perekrutan di Tahun 2020, menambal kekurangan tahun pertama dan kedua. Hanya saja, Pemkot harus memastikan setelah kuota terpenuhi, semua berjalan sesuai harapan atau tidak.

“Kita tidak berharap program ini tidak tepat sasaran. Maka data rekrutmen dan lain-lain mohon sejelas dan detail mungkin,” ucapnya.

Loading...

“Buktinya ada yang kena BI checking dan otomatis si peserta itu sudah pemain di dunia usaha, bukan melatih baru dong,” sambung politisi Nasdem itu.

Anggota Komisi II lainnya, Ing M Rijal M AB menuturkan dari beberapa parameter utama WUB, sudah telak tidak terpenuhi. Mulai jumlah kuota peserta, jumlah peserta lulus tersertifikasi sampai dengan jumlah pengajuan modal ke BPRS Al-Madinah yang diakomodir.

“Menurut saya, target lima ribu untuk lima tahun, tidak akan tercapai apabila masih berpola seperti saat ini,” ujarnya.

Politisi PKS itu menilai, pembiayaan yang digelontorkan Pemkot melalui program WUB tidaklah sedikit. Ia mengalkulasi satu orang peserta bisa menghabiskan Rp 3 juta dalam mengikuti pelatihan tersebut.

Jika lulus dan layak, bisa mendapat kredit permodalan dari BPRS Al-Madinah sekitar Rp 2 juta.

“Besaran operasional sendiri, untuk dua tahun ini 2018 sampai 2019 sudah mencapai sekitar Rp 5 miliar. Kemudian sekarang yang lolos berapa, dapat kredit pinjaman modal berapa, dan jalan berapa. Kita khawatir ini malah mubazir,” tutur pria yang juga Pengurus DPD KNPI Kota Tasikmalaya itu.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.