Khodijiyyah Pondok Pesantren Idrisiyyah Tasik Tingkatkan Pendidikan & Ekonomi

55
0
ISTIMEWA KERAJINAN RAJUTAN. Divisi Peranan Wanita Pondok Pesantren Idrisiyyah atau Khodijiyyah saat membuat kerajinan dari rajutan beberapa waktu lalu. Mereka ikut berperan dalam peningkatan pendidikan dan ekonomi keluarga
Loading...

Divisi Peranan Wanita Pondok Pesantren
Idrisiyyah memiliki peranan dalam mening­katkan pendidikan dan ekonomi keluarga dan pondok pesantren.

Kepala Divisi Peranan Wanita Pondok Pesantren Idrisiyyah Ustazah Yeni Aidah SPd mengatakan, selama ini peranan wanita Idrisiyyah (Khodijiyyah) terus mendukung ekonomi keluarga.

Di Divisi Peranan Wanita Pondok Pesantren Idrisiyyah, kata Ustazah Yeni, ada empat bagian. Salah satunya bagian ekonomi dan pelatihan, karena setiap wanita di Pondok Pesantren Idrisiyyah harus memiliki kemampuan yang mumpuni.

“Kita bisanya ada klasifikasinya untuk itu untuk menentukan keahlian (Khodijiyyah),” kata Ustazah Yeni, Selasa (19/1/2021).
Setelah klasifikasi itu selesai dan terlihat, bila ditemukan ada yang memang memiliki skill mumpuni, maka dijadikan mentor. Nantinya sang mentor memberikan pengetahuan kepada Khodijiyyah lainnya.

Baca juga : KPU Tak Hadiri Audiensi FMPD, Soal Kisruh Pilkada Tasik 2020

loading...

“Setelah memiliki pengetahuan dan kemampuan lewat Divisi Peranan Wanita Pondok Pesantren Idrisiyyah ke setiap bagian,” kata Ustazah Yeni.

Ustazah Yeni menjelaskan, produk ekonomi yang dihasilkan Khodijiyyah nantinya disalurkan dan dipasarkan di Qini Mart dan kantin-kantin.

“Kita kerja sama untuk pemasarannya. Termasuk di pasarkan di beberapa kegiatan wanita seperti empat bulanan Qini, Arbain, pengajian dan kegiatan lainnya yang biasanya rutin sebelum ada pandemi saat ini,” ujarnya menjelaskan.

Divisi Peranan Wanita juga menghasilkan cenderamata bagi para tamu, seperti kreasi ibu-ibu.
“Kalau yang sudah berjalan sekarang yakni kerajinan rajut dan makanan khas,” kata dia.

Selama ini, Divisi Peranan Wanita memiliki komunitas yang memang sudah melek medsos, bahkan membuat grup khusus melalui Telegram. Di grup itu nantinya membahas, satunya tentang menjahit.

“Kebetulan kita memiliki Qini konveksi, kami juga mendukung peranan Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk kami bekerja sama dengan lintas direktorat yang ada di Pondok Pesantren Idrisiyyah,” kata Ustazah Yeni.

Mempermudah infromasi dan juga peningkatan kemampuan anggota Khodijiyyah, maka dibuatkan satu komunitas. Di sana ada pelatihan skill menjahit, merajut dan membuat makanan khas.

“Kita memiliki yang namanya Zawiyah atau cabang se-Indonesia, yang di satu titikan misalnya di Priangan timur dan pemasarannya lewat Qini Mart yang ada,” kata Ustazah Yeni menjelaskan.

Saat ini, pihaknya, kata Ustazah Yeni, masih fokus mengembangkan kerajinan rajutan dan makanan khas, seperti makanan dari buah dan sayur serta lainnya.

“Di tahun 2021 akan terus meningkat kualitas rajut dan makanan khas itu. Termasuk kita terus berupaya membuat perizinan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, karena kita akan memperluas dakwah kita, yang nantinya akan bernama Khodijiyyah Idrisiyyah Indonesia,” kata Ustazah Yeni.

Selain terus mengembangkan ekonomi, Khodijiyyah Idrisiyyah juga terus mengembangkan SDM. Apalagi sudah ada empat bagian yakni Dakwah Tarbiyah, Ekonomi Pelatihan, Event Organizer dan Rumah Tangga Umum.

“Bahkan melalui Qini Nasional, ada beberapa pelatihan untuk jemaah, mulai dari parenting, financial trainer. Termasuk ada kajian rumah tangga rutin. Yang bisa ikut dalam peranan wanita ini tidak hanya dari Pondok Pesantren Idrisiyyah saja bisa juga dari luar dengan catatan bisa mematuhi aturan yang sudah ditetapkan,” kata dia.

Khodijiyyah Idrisiyyah, kata Ustazah Yeni, memiliki tiga visi misi yaitu menjadikan istri yang menjadi peneguhan suami, seorang ibu yang bisa mengkader anak-anak saleh dan salehah serta bisa sosialisasi bersama bin khasanah menebar kemanfaatan.

“Intinya mau menjadi istri, ibu yang baik dan siap meningkatkan pengetahuan,” kata Ustazah Yeni.

Dalam waktu dekan itu, Khodijiyyah Idrisiyyah, berencana meningkatkan pengetahuan ibu-ibu melalui pelatihan yang bekerja sama dengan STC.

“Rencananya untuk tema sendiri yakni manajemen waktu sehari-hari,” ujar Ustazah Yeni.
Ustazah Yeni berharap, Khodijiyyah Idrisiyyah bisa lebih melebarkan sayap dakwah dan perempuan bisa memahami feminisme lebih islami.

“Walaupun belajar mandiri dari segi ekonomi tetap tidak melupakan fitrah sebagai istri dan ibu yang baik buat suami dan anak, termasuk terus memberikan manfaat sebanyak mungkin,” katanya. (ujg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.