Kiai Multitalenta Panutan NU Kota Tasik Meninggal Dunia

104
0
TAKZIAH. Plt Wali Kota Tasikmalaya H Muhamad Yusuf bersama Ketua PCNU dan MUI KH Ate Musodiq diterima menantu almarhum H Dudi Mulyadi dan Hj Affi Endah Navillah saat bertakziah ke rumah duka di Jalan Panyingkiran, Indihiang, Kota Tasikmalaya, Senin malam (21/12). Rangga Jatnika/ Radar Tasikmalaya
Loading...

TASIK – Innalillahi wainna ilaihi rajiun, kabar duka menyelimuti masyarakat Kota Tasikmalaya. Khususnya jamaah nahdliyin, tokoh sekaligus sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tasikmalaya KH A E Bunyamin MPd tutup usia, Senin (21/12) sekitar pukul 17.00 WIB.

Almarhum wafat di usia 81 tahun di kediamannya Jalan Panyingkiran, Indihiang, Kota Tasikmalaya. KH A E Bunyamin sendiri tercatat pernah menjadi Ketua PCNU Tasikmalaya periode 1995-2000. Kemudian menjadi anggota DPRD tahun 1977-1982, selanjutnya pada 1992-1997, serta 1999-2004.

Kepergian almarhum memberikan duka bagi keluarga besar almarhum dan warga NU. Rencananya, jenazah akan dikebumikan di tempat pemakaman keluarga di Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya.

Beberapa tokoh dan pejabat pun datang ke rumah duka untuk mengungkapkan duka cita. Diantaranya yakni Plt Wali Kota Tasikmalaya H Muhamad Yusuf, Ketua PCNU dan MUI Kota Tasikmalaya KH Ate Musodiq serta beberapa tokoh masyarakat lainnya.

Baca juga : Di Hajni Pasar Seng Makkah Kota Tasik Ada Kurma Kualitas Terbaik

Loading...

Anak sulung KH A E Bunyamin, Hj Affi Endah (AE) Navilah mengatakan almarhum memang sudah lama menderita penyakit gula. Sempat tidak bisa jalan kaki karena terjatuh di dalam rumah.

“Padahal satu bulan terakhir kondisinya sudah membaik, bisa jalan sendiri ke kamar mandi,” ujarnya kepada Radar, sambil menitikkan air mata.

Semasa hidupnya, KH A E Bunyamin tidak hentinya berjuang di jalan agama khususnya NU. Hal ini, tidak lain sebagai bentuk pengabdiannya kepada umat.

“Lagi sibuk atau lagi sakit pun, kalau sudah menyangkut NU pasti berangkat,” tuturnya.

Di NU, kata dia, almarhum sempat memegang posisi-posisi strategi diantaranya Ketua GP Ansor sampai Ketua PCNU Kota Tasikmalaya. Terakhir almarhum diposisikan pada jajaran Rais Syuriah PCNU Kota Tasikmalaya.

Selain di NU, KH A E Bunyamin juga aktif di dunia politik. Almarhum pernah beberapa kali duduk di kursi parlemen yakni anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya selama dua periode dan datu periode anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

Salah satu hal yang membuat KH A E Bunyamin berbeda dengan tokoh NU lain yakni rajin merekam setiap tausiyah dan pidato orang lain tanpa melihat latar belakangnya. Hasil rekaman itu, kemudian diserap dan dituangkan dalam sebuah tulisan untuk dibagikan ke warga nahdliyin.

Sosok KH A E Bunyamin sendiri dikenal sebagai ulama yang baik dan karismatik. Tak ayal banyak tokoh yang menjadikan almarhum sebagai teladan.

Seperti halnya Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya H Ricky Assegaf yang menyebutkan almarhum tidak henti-hentinya memberikan motivasi kepada umat. Almarhum sudah mendedikasikan hidupnya untuk berjuang di jalan NU. “Perjuangan beliau di NU, menjadi panutan kami,” tuturnya.

Hal serupa juga diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Agus Wahyudin. Menurutnya, KH AE Bunyamin merupakan sosok ulama yang berjuang untuk umat. “Beliau orang baik dan ulama yang ikhlas,” imbuhnya

Aktivis Muda NU Kota Tasikmalaya, Nurjani mengatakan bahwa almarhum KH A E Bunyamin merupakan figur multitalenta. “Beliau adalah orang yang multitalenta, seorang kiai yang sejak mudanya adalah aktivis, seorang penulis, dan pemimpin pondok pesantren,” kata aktivis muda NU Kota Tasikmalaya Nurjani seperti dikutip Radar dari Jabar. NU.Co.ID kemarin.

Menurut dia, pada masa mudanya almarhum KH AE Bunyamin aktif di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), kemudian di Gerakan Pemuda Ansor.

“Almarhum AE menularkan karakternya itu kepada anak-anaknya. Salah seorang putrinya, saat ini adalah Ketua Fatayat Kota Tasikmalaya dan merupakan Ketua Majelis Alumni IPPNU Jawa Barat, Hj Affi Endah Navillah,” tuturnya.

KH A E Bunyamin pun diketahui pernah memiliki banyak karya tulis, diantaranya Nahdlatul Ulama di Tengah Perjuangan Bangsa Indonesia (Awal Berdirinya NU di Tasikmalaya). Karya lainnya yaitu tentang meletusnya Gunung Galunggung dalam bentuk syair.

“Semoga almarhum mendapatkan tempat paling layak di sisi Allah SWT, dan generasi muda NU khususnya di Tasikmalaya bisa melanjutkan perjuangannya, khususnya dalam bidang kepenulisan. Alfatihah,.” katanya. (rga/kim/nu.id)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.