Kian Tak Tertahan, Wabah DBD di Kota Tasik Dekati 1.000 Kasus

241
0

KOTA TASIK – Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya di tengah masa pandemi Covid-19 (Corona) kian tak tertahan. Bahkan angkanya dekati 1.000 kasus.

Hingga Selasa (21/07) malam berdasarkan informasi yang radartasikmalaya.com himpun sudah terjadi 928 kasus. Sebanyak 17 diantaranya meninggal dunia.

“Memang dari awal Januari tahun ini hingga menjelang akhir Juli sudah hampir 1.000-an kasus DBD,” ujar Kadinkes Kota Tasik, Uus Supangat, Rabu (22/07) pagi.

Terang dia, dari 1.000-an kasus itu hampir 970-an kasus DBD sudah sembuh. Sisanya antara 25-30 kasus yang masih dalam perawatan.

“Dan syukur Alhamdulillah kematian DBD tak bertambah dan hingga hari ini tak ada penambahan lagi kematian karena DBD,” terangnya.

Hingga kini, tambah Uus, pihaknya terus berupaya untuk l melakukan pemberantasan nyamuk penyebab DBD dan memutus penularan DBD.

Loading...

“Dari 17 kasus DBD yang meninggal belasan memang balita. Nah ini yang terpenting adalah menjaga lingkungan,” tambahnya.

Mengapa menyang usia balita dan berbahaya sekali untuk anak-anak DBD ini dibandingkan orang dewasa?

“Mungkin anak-anak kita kemarin lebih banyak di rumah kemudian kita juga abai mungkin dalam memperhatikan kesehatan lingkungan. Nah mungkin anak-anak ini kan lebih rentan daya tahan tubuhnya ketimbang orang dewasa,” bebernya.

Tapi, jelas Uus, yang terpenting sekarang adalah bersama-sama untuk memperhatikan lingkungan dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Covid kan membutuhkan PHBS, DBD pun sama. Dalam PHBS untuk DBD ini perlu partisipasi masyarakat. Karena yang diutamakan dalam pemberantasan sarang nyamuk DBD jangan terpaku pada fooging. Terpenting PSN dan 3M,” jelasnya.

Tukas Uus, hal ini perlu kesadaran semua pihak dalam mengoperasikan PHBS apalagi dalam genangan air yang jadi sarang utamanya.

(rezza rizaldi)

Baca juga :
UBSI Tasik Prioritaskan Kesuksesan Para Mahasiswanya
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.