Kibar Budaya 2019, Ajang Para Master

116
0
RAKER. Kepala Disporabudpar Aan Hadian (kiri) bersama pengurus DKKT membahas agenda kerja 2019 di Rumah Makan Saung Mang Asep Jalan HZ Mustofa, Selasa (19/3). Firgiawan / Radar Tasikmalaya
Loading...

CIHIDEUNG – Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) siap menampilkan sajian pagelaran yang berbeda di tahun ini. Hal itu, terungkap dalam Rapat Kerja 2019 DKKT bertajuk Harmonisasi Kerja Kesenian Menuju Tasik Budaya di Rumah Makan Saung Mang Asep, Selasa (19/3).

Ketua DKKT Bode Riswandi menjelaskan, yang membedakan dari event tahunan sebelumnya, dalam Kibar Budaya kali ini akan dilaksanakan Lomba Baca Puisi antarmaster tingkat nasional. Pesertanya adalah siapa saja yang pernah menjuarai lomba baca puisi di berbagai tingkatan. “Baik lokal, regional maupun nasional. Peserta nanti wajib menyertakan bukti sertifikat juara saat pendaftaran. Tentunya juri yang kami siapkan juga kaliber nasional. Setahu kami, ini belum pernah diselenggarakan di daerah mana pun,” ucapnya di sela rapat kerja.

DKKT juga akan mengapresiasi musisi muda asal Tasikmalaya yang telah berkiprah di berbagai daerah untuk pentas di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT) agar menginspirasi kalangan muda. Dia pun berencana menggelar pidato kebudayaan dari tokoh nasional yang ditaksir akan berdampak positif bagi Kota Tasikmalaya. “Kita ketahui, tahun lalu ada kegiatan dengan Putu Wijaya, itu sampai dapat penghargaan dari presiden. Bahkan sampai saat ini masih jadi perbincangan di khalayak karya. Ini kami pandang bisa memberi influence bagi daerah lain,” tutur dia.

Di samping itu, pihaknya juga akan menampilkan pertunjukan dari rumpun modelling. Berbeda dari biasanya, para peserta yang akan tampil merupakan siswa-siswi sekolah luar biasa (SLB). Di Kota Tasikmalaya terlihat potensi perancangan kostum hingga penampilan di atas panggung yang dilakukan oleh para siswa berkebutuhan khusus. “Kita ingin beri ruang teman-teman disabilitas dengan melibatkan 6 SLB se-Kota Tasikmalaya. Mereka kami lihat cukup kreatif dan bisa tampil di khalayak ramai. Maka sepatutnya kami berikan ruang apresiasi,” kata dia.

Sekretaris DKKT Kepler Sianturi menambahkan, dalam rapat kerja dan paripurna itu diputuskan pengelolaan anggaran sebesar Rp 350 juta dari pemkot dan menyerap usulan serta keinginan para kelompok seni yang tergabung dalam 11 rumpun di DKKT. “Jadi sesuai usulan mereka, kaitan apa saja yang akan ditampilkan selama satu tahun ini. Pelibatan pihak mana saja, semua diputuskan dalam paripurna tadi,” ujarnya.

Loading...

Kepler menjamin Kibar Budaya tahun ini akan lebih gebyar dibanding tahun sebelumnya. Di samping, pihaknya tetap meneruskan program edukasi pelajar salah satunya pengenalan dan pengembangan seni pedalangan terhadap siswa. “Program dalam masuk sekolah juga akan kami lanjutkan di tahun ini sebagai upaya pengembangan seni budaya terutama pengenalan tradisi daerah terhadap generasi muda,” ucap dia.

Sementara itu, agenda Kibar Budaya sendiri akan digelar sekitar Juni 2019 usai pemilu serentak dan Idul Fitri. Dalam paripurna juga diputuskan perjuangan mengusulkan Perda Kebudayaan tetap digaungkan terhadap pemerintah dalam upaya melestarikan, mengembangkan dan memajukan seni budaya sesuai amanat Undang-Undang tentang Kebudayaan. “Kita harap ke depannya hotel-hotel dan lokasi yang kerap didatangi tamu dari luar daerah, diwajibkan mempersembahkan lagu, tarian atau apa pun yang berkenaan dengan budaya daerah. Terutama kegiatan event organizer yang dilaksanakan di Tasik harus menampilkan kearifan lokal,” katanya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.