Kim Jong Un ‘Paksa’ Warganya untuk Setor Tinja Hingga 100Kg per Hari

51

Berbeda dengan Korea Selatan, negara Korea Utara memang memiliki sistem pemerintahan yang sangat tertutup bagi negara-negara lain di dunia.

Maka tidak heran jika banyak yang berfikir jika warga Korea Utara sangat di kekang dan mendapatkan aturan-aturan yang sangat ketat.

Bahkan juga sempat beredar kabar bahwa siapa saja yang berani melanggar peraturan maka akan mendapatkan hukuman yang sangat berat.

Namun dibalik peraturannya yang sangat ketat, Korea Utara juga terdapat banyak hal yang menarik terkait ramainya netizen

yang mengungkapkan soal perintah aneh dari pemimpin Korea Utara.

Siapa lagi jika bukan Kim Jong Un, bagaimana tidak dirinya mewajibkan warganya untuk ‘menyetor’ 100Kg tinja untuk setiap harinya.

Perintah resmi tersebut disampaikannya melalui sebuah pidato pada awal 2019 kemarin. Agak aneh memang namun perintah yang dibuat Kim Jong Un tersebut bukan tanpa tujuan.

Hal itu dilakukan untuk mengatasi terjadinya krisis pupuk yang tengah dialami oleh Korea Utara.

Bahkan dengan sedikit tambahan ancaman yaitu pemerintah Korea Utara juga mengatakan bahwa siapa pun

yang gagal menyetor tinjanya maka harus menyerahkan kompos makanan 300kg.

Kim Jong Un mengungkapkan jika tinja akan menjadi solusi utama bagi pertumbuhan ekonomi di Korea Utara.

Mungkin banyak diantara kalian yang belum mengetahui jika penggunaan kotoran manusia sebagai

pupuk sendiri telah digunakan sejak era Yunani Kuno,dan itu terbukti berhasil.

Maka dari itu pemimpin Korea Utara itu percaya dengan penggunaan tinja sebagai pupuk.

Siapa sangka kebijakan ini justru malah menimbulkan banyak kebencian.

Kebencian yang ditimbulkan untuk pemerintah Korea Utara bahkan dari semua pihak karena merasa hal

tersebut kurang pantas dilakukan lagi di zaman seperti sekarang.

Bagaimana menurut pendapat kalian tentang kebijakan Kim Jong Un ini?

(ayu/tipstren)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.