Kinerja CPNS Baru Kota Tasik Jangan Mengecewakan!

92
SIMAK ARAHAN. Para CPNS yang lulus seleksi 2018 menghadiri pengarahan kinerja dari Pemkot Tasikmalaya di Gedung Serbaguna Bale Kota, Selasa (8/1). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

BUNGURSARI – Di era industri 4.0, aparatur sipil negara (ASN) dituntut untuk benar-benar profesional dalam melayani masyarakat.

Maka dari itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya memberikan arahan khusus kepada 263 calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang lolos seleksi 2018.

“Harus bersyukur karena tidak semua mendapat kesempatan yang sama. Dari 277  kuota untuk Kota Tasikmalaya, hanya terisi 263,” ujar Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman saat memberikan arahan di Gedung Serbaguna Bale Kota, Selasa (8/1).

Budi meminta ASN di lingkungan pemkot bekerja dengan baik demi mewujudkan pelayanan masyarakat yang prima. Jangan terlalu banyak menuntut hak dalam bekerja.

Meski sudah mendapatkan tenaga baru, Budi mengakui saat ini kebutuhan pegawai masih kurang. Pihaknya dalam seleksi mendatang akan mengusulkan kembali perekrutan CPNS termasuk untuk formasi dokter.

“Kemarin formasinya untuk dokter spesialis, karena kita targetnya ingin menjadikan RSUD dr Soekardjo tipe A, namun karena terkendala batas usia para dokter spesialis yang melamar, jadi tidak bisa diisi. Ke depan, kalau ada seleksi lagi, kita usulkan untuk dokter umum, biar dokter spesialis menjadi bahan pemikiran kami,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Tasikmalaya Gungun Pahlagunara mengatakan dari 263 CPNS baru, didominasi formasi tenaga pendidikan dan kesehatan.

Dengan rincian 163 tenaga pendidikan, 78 tenaga kesehatan sisanya tenaga teknis sebanyak 22 orang.

“Dari ASN baru yang saat ini, 15 orang tenaga teknis difokuskan pada tiga dinas. Pak wali ingin semua bekerja berdasarkan sistem, maka mereka yang pranata komputer atau ahli sistem informasi ditempatkan di Diskominfo, BPMPTSP serta Disdukcapil,” paparnya.

Penempatan tenaga ahli di bidang komunikasi informasi itu, kata dia, untuk membantu mengelola dan menjalankan sistem yang sudah berjalan, termasuk dalam pembuatan sistem-sistem baru semisal e-planning, e-kinerja, e-budgeting yang diwacanakan pemkot.

“Diharapkan itu bisa dilaksanakan Diskominfo, maka kami akan beri tenaga-tenaga ahlinya. 15 orang nanti, di Diskominfo 10 orang, Disduk 3 orang, dan di perizinan 2 orang,” jelasnya.

Meski ada penambahan pegawai, kata dia, saat ini jumlah pegawai masih jauh dari kebutuhan pemkot. Dia menaksir kebutuhannya sekitar 1.500 pegawai.

“Usulan kami itu sekitar 1.500, sementara mendapat jatah 277, itu pun hanya terisi 263. Jadi masih kurang sekitar seribuan lebih,” ujarnya.

Maka, kata dia, adanya program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) yang digulirkan pusat, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan ideal pemkot. Terutama pada tenaga fungsional yang masih kurang.

“Namun, P3K kan digaji dari APBD, bukan DAU. Jadi kita harus hitung kemampuan juga saat mau mengusulkan perekrutan. Informasinya, akhir Januari tahapan pengajuan kebutuhan sudah bisa diusulkan untuk Seleksi P3K itu,” tutur dia. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.