Kios di Objek Wisata Situ Sanghyang Tasik Mangkrak Sepi Peminat

83
1
SEPI. Kios-kios dagangan di Situ Sanghyang yang dibangun Pemkab Tasikmalaya sepi peminat, Jumat (29/1) RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA
SEPI. Kios-kios dagangan di Situ Sanghyang yang dibangun Pemkab Tasikmalaya sepi peminat, Jumat (29/1) RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

TANJUNGJAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya membangun 10 kios di kawasan Objek Wisata Situ Sanghyang Kecamatan Tanjungjaya. Dari 10, hanya tiga yang sudah terisi dan sisianya tak banyak diminati, Jumat (29/1).

Wakil Pengelola Situ Sanghyang, Maslikan (48) mengungkapkan, total kios yang dibangun di lokasi wisata tersebut 10 unit, tiga di antaranya sudah terisi. Semenatara itu tujuh masih kosong dan belum sama sekali ada yang pernah sewa.

“Terkadang dari tiga kios disewa itu hanya satu yang sering buka. Sedangkan dua di antaranya itu hanya waktu-waktu teretentu saja. Karena lokasi wisata saat ini sepi pengunjung,” ujarnya kepada Radar, Jumat (29/1).

Maslikan mengungkapkan, selain masih dalam pandemi Covid-19, juga karena fasilitas yang ada di lokasi wisata tersebut hanya itu-itu saja. Belum ada pengembangan atau penambahan untuk fasilitas yang lainnya.

Para pengunjung saat ini, kata dia, memang cukup sepi. Banyak para pengunjung merasa ngeluh dengan kondisi jalan, fasilitas di lokasi dan yang lainnya. Tidak seperti wisata lainnya, yang fasilitasnya cukup memadai. Sehingga banyak dikunjungi oleh para wisatawan.

loading...

Sedangkan untuk para pengunjung yang datang ke lokasi wisata Situ Sanghyang itu kebanyakan warga setempat, bahkan hanya pengunjung lokal saja. Apalagi menjelang awal tahun baru kemarin, objek wisata ditutup.

Baca juga : Kabupaten Tasikmalaya Rebut Juara 3 Kejurnas Gantole Kasau Cup 2020 Bandung

“Yang sewa kios terpaksa tutup karena tidak ada pengunjung sama sekali. Maka dari itu, jika kondisinya seperti ini terus kemungkinan yang sewa kios pun tidak akan memperpanjang waktu sewanya,” kata dia.

Menurutnya, tentunya dengan minimnya pengunjung yang datang ke lokasi wisata itu membuat pedagang sepi pendapatan. Mereka yang berjualan di kios tersebut tentunya mengharapkan mendapatkan penghasilan, namun melihat kondisi seperti saat ini sangat mengkhawatirkan.

“Ya mau gimana lagi, kasian sih ke mereka yang berjualan dari pagi sampai sore nunggu di kios. Sementara itu pengunjung yang datang tidak banyak. Jadi ini harus menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah, bagaimana agar pengunjung situ bisa banyak dan kios-kios pedagang tidak sepi,” kata dia.

Ade (57), pemilik salah satu kios mengungkapkan penghasilan yang didapatnya selama berjualan di lokasi Situ Sanghyang tidak menentu. Ditambah dengan kondisi pendemi Covid-19 seperti saat ini.

“Sedih sekali dengan keadaan saat ini, barang dagangan saya banyak yang tidak laku. Paling yang datang ke kios menanyakan kopi atau rokok, jarang yang jajan. Karena mereka kebanyakan bawa makanan dari rumahnya masing-masing atau sudah jajan di luar,” ucapnya. (obi)

1 KOMENTAR

  1. Masalahnya adalah, situ ini kurang dikelola dengan baik.. Tempat masih asri, dan perlu sedikit dibenahi..
    Pernah saya juga makan disana, dengan harga yang CUKUP MAHAL untuk ukuran wisata alam…
    Membuat saya pikir2 lagi,, mu ngapain saya kesana lagi =D

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.