Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Kiprah Guru Asal Tasik Diakui BPIP

387
0
IST MEMBANGGAKAN. Guru SMPN 5 Tasikmalaya Hj Ai Tin Sumartini saat mendapat penghargaan Satyalencana Pendidikan di Kantor Kemendikbud 2018. Tahun ini, Hj Ai Tin diapresiasi BPIP sebagai salah satu dari 74 ikon Prestasi Pancasila.

TASIK – Masyarakat Kota Tasikmalaya patut bangga, sebab salah satu warganya akan diberi apresiasi sebagai ikon Pancasila Tahun 2019 oleh Badan Pembina Idiologi Pancasila (BPIP).

Ya, satu perwakilan Kota Tasikmalaya ter­sebut yakni Hj Ai Tin Sumartini MPd, dia merupakan guru PPKn di SMPN 5 Tasikmalaya. Hj Ai akan men­dapat penghargaan bersama 74 warga Indonesia berprestasi lainnya.

Hal tersebut diketahui, dari surat keputusan (SK) yang dikeluarkan BPIP, terdapat 74 individu berprestasi yang ditetapkan sebagai penerima penghargaan.

Nantinya, Hj Ai Tin akan diberikan penghargaan saat malam “Konser Kebangsaan” yang diselenggarakan di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah pada Senin 19 Agustus 2019. Kegiatan tersebut akan disiarkan secara live ke seluruh Indonesia melalui TVRI pukul 19.00.

Hj Ai Tin akan bergabung dengan penerima penghargaan lainnya, seperti dua musisi ternama Indonesia Iwan Fals dan Eros Chandra.

Kepada Radar, Hj Ai Tin mengaku sudah mendapat konfirmasi dari panitia penyelenggara. Dia pun tidak menyangka akan menjadi salah satu orang yang dinyatakan sebagai ikon prestasi Pancasila tahun 2019. “Iya, hari ini saya dihubungi panitianya, enggak menyangka sebelumnya,” ujar Hj Ai Tin, Selasa (13/8).

Dia menceritakan awalnya diminta curriculum vitae (CV) oleh seorang teman yang pernah meraih penghargaan serupa tahun 2017. Kemudian dirinya mengirimkan dokumen yang diminta tersebut. “Saya ngirimnya ke teman saya,” ungkapnya.

Penilaian panitia, kata dia, lebih kepada track record secara administrasi yang tercantum dalam CV. Dia mencantumkan dua judul buku yang merupakan hasil karyanya yakni “BANGKITKAN KEMBALI SEMANGAT NASIONALISME DI ERA GLOBALISASI” tahun 2012 dan buku PPKn untuk kelas IX tahun 2018. “Yang Buku PPKn diterbitkan oleh Puskur (Pusat Kurikulum) Kemendikbud dan digunakan secara nasional,” terangnya.

Terpisah, Deputi Evaluasi dan Pengendalian BPIP Rima Agristina berharap media bisa mengeksplor sosok masing-masing penerima ikon penghargaan nanti pada 19 Agustus mendatang. “Ini tentu menjadi kebanggan kita bersama. Selain tokoh-tokoh yang konsen di bidangnya, ternyata ada anak yang berusia 11 tahun sudah mampu menjadi suri tauladan,” imbuhnya.

Plt Kepala Badan Pembinaan Idiologo Pancasila Hariyono mengatakan ada berbagai tahapan seleksi yang terdiri dari input data calon penerima apresiasi, verifikasi data calon penerima dan rapat pleno. “Hasil penjaringan dibagi ke dalam empat kategori yaitu sains dan inovasi, olahraga, seni dan budaya termasuk social preneur,” jelasnya.

Sehingga didapat 74 individu penerima atau lembaga apresiasi Pancasila. Jumlah 74 individu itu sejalan dengan usia Kemerdekaan RI. Sedangkan kriterianya tentu melihat sumbangsih dan pengabdiannya di tingkat nasional maupun internasional. “Usia mereka sangat bervariatif dari remaja belasan tahun hingga sangat senior di atas 80 tahun,” paparnya.

Hariyono mencontohkan di bidang olahraga terdapat sosok atlet pelari cepat 100 meter Lalu Mohammad Zohri. “Di tengah keterbatasan dirinya mampu mencapai prestasi gemilang. Lalu ada pecatur wanita peraih Grand Master Women Irene Kharisma Sukandar,” ungkapnya. (rga/ful/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.