Kisah di Balik Aksi Heroik Bocah SMP Pemanjat Tiang Bendera

132

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

ATAMBUA – Bocah di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Yohanes Ande Kala sedang viral. Aksi heroiknya memanjat tiang bendera saat upacara pengibaran Sang Dwiwarna pada Peringatan ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (17/8) mengundang pujian banyak pihak.

Yohanes merupakan siswa kelas I di SMP Negeri Motaain. Kala itu dia sedang mengikuti upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan RI di Lapangan Pantai Motaain, Atambua, Kabupaten Belu, NTT.

Wakil Bupati Belu JT Ose Luan menceritakan, anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) yang bertugas sebenarnya sudah menyatakan siap mengerek tali. Lagu Indonesia Raya yang mengiringi pengibaran bendera Merah Putih pun sudah berkumandang.

“Baru tarik tali benderanya tiba-tiba tali pengikat bendera merahnya putus sehingga bendera Merah Putih tidak jadi berkibar. Tapi lagu Indonesia Raya tetap dinyanyikan dan paskibra beserta peserta upacara lainnya tetap dalam posisi siap sampai selesai,” ujar Luan usai menjadi inspektur pada upacara itu.

Setelah Indonesia Raya usai dinyanyikan, Luan yang berada di mimbar langsung meminta bantuan agar ada anak-anak yang bisa memanjat tiang bendera itu. Saat itulah Johni -panggilan Yohanes- secara spontan bergegas keluar dari barisannya dan langsung menuju tiang bendera.

“Tiba- tiba saya lihat ada anak kecil berpakaian seragam SMP muncul dan menuju tiang bendera kemudian berusaha panjat tiangnya. Tapi sebelumnya saya suruh dia lepaskan sepatunya, setelah itu baru anak kecil ini panjat tiang dan ambil ujung tali bendera dari puncak tiangnya,” tutur Luan.

Bocah 14 tahun itu lantas memanjat tiang bendera menuju pucuk untuk mengambil ujung tali Sang Dwiwarna yang sudah tersangkut. Johni berhasil membawa turun tali bendera Merah Putih dari puncak tiang bendera.

“Jadi setelah Johni bawa turun tali bendera dengan cara menggigit ujung talinya sampai di tanah, lalu bendera Merah Putih kami kibarkan lagi dalam keadaan semua peserta siap tanpa menyanyikan lagu Indonesia Raya,” ujar Luan.(ogi/jpg)

loading...