Sempat Dianggap Gila, Kini Hasil Olahannya Dilirik Nasional

Kisah Hamidi Ubah Sampah Plastik Jadi BBM Sintetis

20
EKSPERIMEN. Hamidi penemu bahan bakar minyak dari sampah plastik, saat berada di rumah nya di Jl. Siswa, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten, Senin, (3/12).

Pilihannya untuk resign sebagai pegawai hotel bonafid di Jakarta mengubah siklus hidup Hamidi (39) secara drastis. Berbekal sebuah artikel dari internet, ia belajar autodidak mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif.

KHANIF LUTFI, Tangerang

Tahun 2008 menjadi titik balik kehidupan Hamidi. Gaji besar dan fasilitas yang lumayan sebagai seorang staff jamuan (banquet) di sebuah hotel multinasional di bilangan Jakarta Selatan terpaksa ia tinggalkan. Alasannya satu, jenuh. Kemacetan dan rasa lelah berkendara membuatnya menyerah menghadapi kehidupan.

Menjadi pengangguran membuat Hamidi semakin kecewa. Uang pesangonnya tak mampu menutupi biayanya sehari-hari. Di pagi hari, telinganya harus tahan mendengar ocehan orang tuanya yang tak tahan melihatnya menganggur. Kejenuhan itu pun dihabiskannya lewat berselancar di dunia maya.

Suatu hari, skrol mouse komputernya mengklik artikel mengubah sampah plastik menjadi BBM. Secara serius, semua isi termasuk langkah-langkah pembuatannya dilahapnya secara tuntas. Hamidi mulai coba-coba. Ia pun mengumpulkan sampah kantong plastik di sekitaran rumahnya di Jalan Siswa Raya, RT/RW 03/07 Kelurahan Belendung Kecamatan Benda Kota Tangerang Banten.

”Sampah plastik saya ambil dari bak-bak sampah milik warga, saya pernah dianggap tetangga frustasi dari pengangguran jadi pemulung,” ujar Hamidi mengawali percakapan kepada wartawan, Senin (3/12).

Dari artikel yang dibacanya, untuk membuat BBM sintetis, sampah yang terkumpul harus dipadatkan dan direbus ke dalam kuali. Menurutnya, hasil dari penyulingan ini akan menghasilkan residu yang bisa digunakan sebagai bahan bakar minyak.

Sayang, usaha perdananya tersebut gagal total. Ampas sisa rebusan sampah plastik yang ternyata berwarna hitam, sementara yang diharapkan adalah kuning jernih. Sisa rebusan ini juga tak bisa menghidupi mesin sepeda motor miliknya. ”Ternyata, sampah yang direbus masih banyak airnya,” katanya sembari tertawa.

Hamidi memakai halaman depan rumahnya sebagai gudang dan laboratorium sampah tersebut, orang tuanya pun sempat menyangka putra tunggalnya frustasi karena menganggur. Bahan percobaan sampah plastik ditumpuknya persis di depan pintu rumahnya bak lapak limbah.

“Sempat dikira gila juga. Bahkan bapak ibu saya pernah melarang untuk tidak memasak sampah plastik lagi. Gila lu ya, sampah lu cari terus lu masak,” kata Hamidi menirukan ucapan orang tuanya.

Bagi Hamidi, ia memang harus gila untuk mendapat setetes BBM. Dari tahun 2008 hingga 2010, semua percobaan Hamidi gagal total. Semua artikel di dunia maya pelajari kembali. Akhir 2010, Hamidi sempat putus asa dan tidak melanjutkan percobaannya. Hanya saja, ia terus mencari tahu dari berbagai sumber.

Awal 2012, ia pun berhasil menyuling sampah plastik menjadi minyak. Caranya kini tak lagi direbus melainkan dibakar.

Namun, bukan berarti minyak yang keluar dari hasil pembakaran plastik sudah bisa digunakan Segumpal sampah plastik yang telah disiapkan ke dalam tabung. Tabung itu kemudian dipanaskan lebih dari 300 derajat celcius. Selama 10-15 menit, dari pipa yang tersambung dalam tabung keluar tetesan-tetesan minyak murni setelah melewati jalur pendinginan.

“Akhirnya saya menyulingnya dengan cara memberikan tiga pipa. Dan hasil pembakaran dipisahkan secara tersendiri,” kata Hamidi sambil mengingat masa sulitnya dulu.

Butuh dua tahun, hingga akhirya Hamidi berhasil menyempurnakan penemuannya tersebut. Minyak yang keluar dari hasil olahannya berhasil. Ada tiga warna yang keluar yakni abu-abu, kuning pekat dan kuning bening.

Warna abu-abu memiliki kandungan seperti solar. Ada juga warna kuning agak pekat masuk kategori kerosin atau pengganti minyak tanah, dan terakhir kuning bening seperti BBM jenis premium.Ia kemudian mencobanya dengan menuangkan minyak plastik berwarna kuning bening ke sepeda motornya. Dan hasilnya, sepeda motornya tetap melaju seperti menggunakan BBM jenis premium. (*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.