Kisah Pilu Warga Cilacap PDP Corona di Pangandaran, tak Diterima RS Tasik, Ciamis dan Banjar

6062
4

PANGANDARAN – Seorang pria asal Cilacap yang kebetulan sedang berkunjung ke mertuanya di Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, dirujuk Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran karena ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Dia itu warga Kadungreja Kabupaten Cilacap yang menikah dengan orang Mangunjaya Pangandaran. Katanya waktu kerja di Jakarta, dia tinggal satu kontrakan dengan orang yang terjangkit corona,” ungkap Sekdis Kesehatan Pangandaran, Yedi Sukmayadi kepada Wartawan, kemarin.

Baca juga : Tak Puas Pelayanan Hukum Polres Ciamis Soal KDRT, Anggota Dewan Lapor Polda Jabar

Lanjut dia, pria tersebut sudah menunjukan gejala ketika di Jakarta. Dan saat tiba di Pangandaran, kondisinya makin memburuk.

“Suhu tubuhnya mencapai 38 derajat, mengalami flu, demam dan lemas,” tuturnya.

Dinas kesehatan langsung bertindak cepat dengan merujuk si pasien, namun sayang banyak rumah sakit menolaknya dengan alasan penuh. “Jadi katanya ruang isolasi penuh,” ucapnya.

Baca juga : Pangandaran tak Punya Ruang Isolasi Pasien Corona

Kini pasien tersebut sudah pulang ke kampung halamanya, namun tetap dalam pengawasan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait di Cilacap,” ujarnya.

Sebelumnya pasien tersebut ditolak di beberapa rumah sakit. Yani, RS Banjar, Ciamis dan Kota Tasik. Dengan alasan bahwa ruang isolasi di rumah sakit itu penuh.

“Kita kesulitan merujuk pasien, ada sekitar lima rumah sakit yang menolak,” ucapnya.

Sementara, anak, istri dan kedua mertuanya di Mangunjaya, status ODP dalam pantauan dinas kesehatan.

(deni nurdiansah)

Loading...
loading...

4 KOMENTAR

  1. Jangan terlalu panik #covid-19 , berawal dari diri sendiri….jaga kebersihan dan kesehatan , jangan sepelekan cuci tangan sebelum dan sesudahnya, pake mask kalo diperlukan, waspada dan jangan mudah bersentuhan dengan yang lain 👌

  2. Coba ke JKT RS persahabatan atau RS Yulianti Suroso dengan membawa surat rujukan dari dokter atau rumah sakit asal daerah anda!

  3. Ironis sekali…
    Seharusnya rumah sakit tidak boleh menolak pasien tapi mau bagaimana lagi kondisi rumah sakitnya seperti itu.
    Lagi2 kita dibuat tidak berdaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.