Kisruh Batas Tanah, Kakek Warga Kadipaten Tasik Terjatuh Lalu Meninggal

595
0

KABUPATEN TASIK – Dipicu kisruh perebutan batas tanah dengan tetangganya, kakek Iding (72) warga Kampung Cipanas, Desa Pamoyanan Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasik, terjatuh lalu meninggal.

Polsek Kadipaten, Polresta Tasikmalaya, telah mengamankan tetangganya itu, SPD (42), seorang wiraswasta, Senin (22/06) pagi.

Kapolsek Kadipaten, AKP Erustiana mengakatan, dari perselisihan tersebut terjadi tindak pidana yang menyebabkan seseorang meninggal dunia.

Pihaknya pun telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus tersebut.

Cerita dia, korban sempat dilarikan ke puskesmas terdekat. Namun nyawanya tak tertolong akibat terlalu banyak mengeluarkan darah.

Pihaknya juga telah melakukan visum guna memastikan kematian korban.

Loading...

“Dari hasil pemeriksaan tim medis, korban meninggal dunia akibat luka di bagian kepalanya yang banyak mengeluarkan darah,” ujar kapolsek kepada radartasikmalaya.com yang ditemui di Mapolresta, Senin (22/06) siang.

Terang dia, kasus tersebut bermula akibat perselisihan tentang batas tanah.

Sebelumnya korban sempat mendatangi rumah SPD yang memang berdekatan dengan maksud untuk memperbaiki batas tanahnya. SPD pun langsung menemuinya.

“Menurut pengkuan korban bahwa lahan tanah yang akan dibangun pagar oleh pelaku masih milik korban,” terangnya.

Akhirnya, beber Kapolsek, SPD yang datang ke rumah korban dengan maksud untuk membereskan masalah batas tanah tersebut.

“Mang hayang na kumaha? (om maunya bagaimana, Red),” beber Kapolsek menceritakan pengakuan SPD.

Saat itu, posisi korban sedang berdiri di atas teras rumahnya sedangkan SPD berada di depan rumah korban yang hanya terhalang pagar kawat tralis setinggi kurang lebih 1 meter.

Lalu, korban menjadi terpancing emosinya dan meloncat pagar itu dengan maksud memukul SPD.

“Tetapi korban terhalang oleh pagar pembatas sehingga hilang keseimbangan, lalu korban terjatuh dengan posisi kepala membentur tanah dengan,” tambahnya.

Setelah korban terjatuh, jelas dia, SPD tidak berusaha menolong korban yang sudah tersungkur. Melainkan malah pergi.

Warga sekitar menolong korban dengan membawa ke puskesmas. Sedangkan pelaku meninggalkan lokasi kejadian.

“Kasusnya masuk perkara dugaan tindak pidana menyebabkan seseorang mati karena kekhilafan dan atau penganiayaan dan atau kejahatan terhadap nyawa orang dimaksud dalam pasal 359 jo 353 Jo 338KUHPidana. Barang bukti yang diamankan sebuah peci berlumuran darah,” jelas Kapolsek

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.