Kisruh Beras Bantuan Bau & Berkutu di Pupahiang Tasik, Begini Kata Pendamping PKH..

66
0

PUSPAHIANG – Data Koordinator Kecamatan (Korcam) Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Puspahiang ada 231 keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Puspahiang yang menerima bantuan beras, yang dianggap sebagian penerima tidak layak konsumsi.

Setelah ramainya keluhan penerima manfaat, Bulog langsung mendatangi lokasi para penerima beras PKH yang mengeluhkan buruknya kualitas bantuan tersebut.

Baca juga : Santriwati Ponpes Idrisiyyah Tasik Dibekali Ilmu Agama & Kewirausahaan

Menurut keterangan Pendamping PKH Kecamatan Puspahiang yang mendampingi monitoring Bulog, hasilnya menurut Bulog kondisi beras secara umum tidak berkutu dan berkerikil, tapi hanya sebagian saja. Namun, yang ditemukan bulog hanya berbau saja.

Koordinator Kecamatan (Korcam) Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Puspahiang Intan Paramita Sutiswa membenarkan apa yang disampaikan oleh Dinas Sosial, bahwa sebelum disalurkan ke masyarakat beras bantuan PKH dicek dulu kualitas dan beratnya ke Bulog.

“Kualitas beras bantuan PKH bagi KPM ini adalah jenis medium. Sebetulnya saat uji tanak bersama Korkab PKH Kabupaten Tasik dan Dinas Sosial, sebelum disalurkan berasnya dalam kondisi bagus,” ungkap Intan kepada Radar, Rabu (14/10).

Dia mengungkapkan bahwa PKH dan Dinas Sosial sendiri pernah mengajukan nota surat keberatan kepada Bulog tentang kualitas beras yang akan disalurkan kepada KPM tersebut.

Akan tetapi, pada kenyataannya kualitas beras tetap masih seperti yang diterima KPM, di mana menurut Bulog kualitasnya medium dan layak konsumsi.

“Jadi untuk spesifikasi beras medium seperti apa, kita pendamping PKH tidak mengetahui detail jenis berasnya. Karena tidak ada bentuk sosialisasi keseluruhan oleh Bulog disampaikan kepada pendamping, soal jenis dan spesifikasi beras medium,” terang dia.

Baru, terang dia, setelah kejadian warga di Desa Puspahiang mengeluhkan kualitas beras, dari bulog menginvestigasi ke lapangan langsung melihat kondisi beras dan menjelaskan bahwa beras yang diterima KPM tersebut kualitasnya sudah sesuai medium.

“Saya sempat menanyakan ke Bulog, apakah masih aman dan layak dikonsumsi? Identifikasi secara detail memang Bulog yang lebih mengetahui beras medium itu. Saat dicek oleh Bulog temuan kutu dan kerikil tidak ditemukan, hanya ada sebagian, namun keluhan bau memang ada,” jelas dia.

Pada akhirnya, tambah dia, beras tersebut tetap disalurkan dan diterima oleh KPM di Desa Puspahiang, jadi tidak ada retur atau diganti.

Dengan catatan baik pendamping PKH bersama tokoh masyarakat dan desa setempat membuat surat pernyataan kepada Bulog, sehingga untuk bantuan tahap ketiga di akhir tahun 2020 ini kualitas berasnya bagus dan layak konsumsi.

“Jika masih kualitas berasnya seperti itu, maka bulog diminta untuk diganti berasnya. Jadi kami meminta ke depannya diusahakan lebih baik kualitas berasnya. Intinya kalau kami sebagai pendamping, selama kata bulog layak kita salurkan,” tambah dia.

Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) Pendamping PKH Desa Puspahiang Argit Surya Mukti mengungkapkan setelah keluhan 231 KPM di Desa Puspahiang, Bulog langsung mengecek dan melihat langsung ke lapangan.

“Bulog survei ke lapangan kepada KPM, memang untuk masalah kutu dan batu kerikil hanya ada sebagian penerima yang berasnya dalam kondisi tersebut. Kalau berbau memang ada, KPM juga langsung menyampaikan ke Bulog saat diklarifikasi,” ungkap dia.

Baca juga : Kasus Corona di RSUD Kota Tasik, 90 Pegawai di-Tracing

Sebenarnya, ungkap dia, kualitas beras PKH ini se-Kabupaten Tasik sama kualitasnya medium.

Jadi setelah Bulog bertemu tokoh masyarakat, tokoh desa dan pendamping berkonsultasi, Bulog berjanji ke depannya akan dievaluasi dan ada perbaikan kualitas beras. “Bulog menerima. Saya harapkan beras bagus dan layak konsumsi,” tambah dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.