Kisruh Beras Bau & Berkutu untuk PKH di Puspahiang Tasik, Ini Kata Bulog..

188
0

SINGAPARNA – Perum Bulog Sub Divre Ciamis menyatakan bahwa beras standar medium untuk bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa/Kecamatan Puspahiang setelah dicek langsung ke lapangan layak konsumsi dan sudah sesuai standar.

Menurut Bulog, kondisi beras yang dikeluhkan oleh 231 keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Puspahiang sudah sesuai standar beras jenis medium baik warna dan baunya sudah sesuai.

Baca juga : Pasien di RSUD Kota Tasik Disebar ke RS Swasta, Kenapa?

Pimpinan Cabang (Pinca) Perum Bulog Sub Divre Ciamis Safaruddin mengatakan, perwakilan dari Bulog Ciamis sudah turun langsung mengecek kelapangan kondisi beras bantuan PKH yang dikeluhkan oleh masyarakat di Desa/Kecamatan Puspahiang.

“Iya kami sudah perintahkan Wakapinca menurunkan tim untuk turun ke lapangan mengecek kondisi beras PKH tersebut, untuk teknis jelasnya Wakapinca yang bisa menjelaskan,” ungkap Safaruddin kepada Radar, Kamis (15/10).

Wakil Pimpinan Cabang (Wapinca) Perum Bulog Sub Divre Ciamis Mei Rizal menjelaskan, setelah dicek kelapangan kondisi beras bantuan PKH bagi KPM di Desa Puspahiang sudah sesuai standar medium.

“Jadi sudah sesuai kualitas beras program bantuan sosial (bansos) ini standar medium. Setelah kami cek, ternyata bau dan warnanya sesuai dan layak konsumsi, ada kutu atau kerikil satu dua di dalam satu karung beras itu lumrah,” terang dia.

Dia menjelaskan, bahwa di lapangan ada perbedaan pemahaman dari masyarakat yang beranggapan bahwa standar beras bantuan PKH dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau program bantuan sembako sama.

Padahal, kata dia, kualitas beras bantuan PKH dengan BPNT berbeda. PKH standarnya medium sedangkan beras BPNT premium dan sudah dijelaskan kepada KPM.

“Kita sudah jelaskan dari segi warna dan baunya standar premium seperti itu. Saat dicek tidak ada warna beras hitam atau kusam dan bau. Jadi kualitasnya layak disalurkan dan dikonsumsi,” tegasnya.

Kalaupun memang, ungkap dia, kondisi beras PKH ini benar sesuai yang dikeluhkan masyarakat warnanya kusam, bau, banyak kutu atau kerikil tidak layak konsumsi, Bulog siap untuk mengganti atau retur. Dengan catatan sesuai prosedur dan itu benar beras dari Bulog.

Dia menambahkan, sebelum disalurkan beras tersebut sudah melalui uji tanak, bahkan Bulog mengundang dari Dinas Sosial dan Koorkab pendamping PKH Kabupaten Tasik beserta BGR sebagai penyalurnya.

“Kami menyaksikan dan mencicipi beras yang sudah ditanak tersebut dan layak dimakan. Bahkan sebelum diterima KPM dicek kembali kualitasnya, dibuka lagi, termasuk timbangannya,” terang dia.

Baca juga : Lab Khusus Swab Test PCR di Kota Tasik Segera Terealisasi

Dia pun menjelaskan bahwa spesifikasi beras standar medium itu kadar airnya 14 persen, broken atau butir patah 20 persen, menir atau butir hampa 2 persen sesuai standar kualitas beras Bulog.

Sementara, untuk standar premium kadar airnya sama 14 persen, butir patahnya 5-10 persen dan menernya nol persen sesuai harga dan kelasnya. Premium dari warnanya bening. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.