Kisruh Beras PKH Bau & Berkutu, Dinsos Kota Tasik Akan Evaluasi Kualitas Bantuan

66
0

SINGAPARNA – Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos PMD-P2A) Kabupaten Tasikmalaya berjanji akan mengawal kualitas beras bantuan PKH supaya lebih baik kualitasnya yang diterima masyarakat.

Program dari Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut diterima masyarakat yang masuk kategori keluarga dengan ekonomi rendah tiga kali penyaluran sebanyak 30 kilogram satu kalinya.

Baca juga : Jasa Cukur Gratis Mantan Napi di Kota Tasik, Keliling Tiap Jumat

Adanya keluarga penerima manfaat (KPM) yang mengeluhkan kualitas beras bantuan PKH standar medium tersebut pemerintah daerah akan mengevaluasinya.
Kabid Perlindungan Jaminan Sosia

l dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos PMD- P2A Kabupaten Tasikmalaya Rahmat mengatakan, masih banyaknya laporan dari masyarakat atau penerima bantuan PKH ini menjadi bahan evaluasi ke depannya.

“Tentu dievaluasi, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Sosial bersama pendamping PKH tentunya menjamin dulu agar bantuan beras ini tersalurkan sampai kepada KPM, termasuk berkomunikasi dengan Bulog selaku penyedia beras,” kata Rahmat kepada Radar, Jumat (16/10).

Menurut dia, adapun soal kualitas beras memang itu ranahnya Bulog yang mempunyai standar tersendiri dalam menentukan beras standar medium bagi penerima bantuan PKH.

“Kami tetap dari awal sampai akhir, melihat proses penyaluran beras sampai ke tangan KPM. Kita juga ikut uji tanak, melihat langsung kondisi beras termasuk penimbangan, kita pastikan itu,” kata dia.

Di lapangan, ungkap dia, ketika ada masyarakat yang mengeluh bantuan berasnya tidak sesuai yang diinginkan, Dinas Sosial langsung atas laporan pendamping PKH, menyampaikan kepada Bulog.

“Namun, sekali lagi, kualitas dan jenis beras bantuan PKH ini yang menentukan Bulog. Kita tetap berupaya supaya kualitas beras sesuai apa yang diharapkan masyarakat,” terang dia.

Program bantuan beras PKH ini, lanjut dia, penyalurannya tiga kali dalam setahun. Oktober ini adalah yang terakhir. Pemerintah daerah akan mengawal terus dan berkoordinasi dengan semua elemen, pendamping PKH yang bergerak di lapangan termasuk dengan Bulog sebagai penyedia.

“Kita sudah menginstruksikan Korkab pendamping PKH, kalau ada hal-hal yang merugikan masyarakat segera respons dan sampaikan. Alhamdulillah selalu respons dan menyampaikan ketika ada keluhan dari masyarakat,” ungkap dia.

Pada prinsipnya, tambah dia, karena bantuan program PKH ini adalah untuk masyarakat yang membutuhkan, jadi harus sebaik mungkin disalurkan. Ke depannya kualitasnya pun bisa lebih baik.

“Kita mendorong yang terbaik program untuk masyarakat. Ada kategori penerima bantuan PKH ini, dari mulai ibu yang sedang hamil, masih punya tanggungan anak sekolah SD, disabilitas termasuk lansia,” tambah dia.

Baca juga : BNN Kota Tasik dan Polisi Mendadak Tes Urine Penghuni Lapas, Ada Apa?

Koordinator Kabupaten (Korkab) Tasikmalaya Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Yudi menambahkan, para pendamping PKH di kecamatan tentunya akan mengawal agar penyaluran bantuan beras bisa tersalurkan kepada masyarakat.

“Kami bersama pendamping PKH di setiap kecamatan ketika ada keluhan dari penerima atau KPM pasti disampaikan kepada pemerintah daerah atau Dinas Sosial,” ungkap dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.