Kisruh Data Penerima, Bansos dari Pemprov di Kota Banjar Hanya Tersalurkan 752 dari 2.147 Paket

1329
6

BANJAR – Bantuan gubernur berupa sembako senilai Rp 350 ribu dan uang tunai Rp 150 ribu hanya tersalurkan 752 paket kepada masyarakat terdampak Covid-19. Padahal kuota yang diberikan pemerintah provinsi sebanyak 2.147 paket sembako.

Tak sesuainya jumlah yang dialokasikan lantaran ada tumpang tindih data penerima bantuan. Banyak penerima bantuan yang sebelumya sudah terdaftar di PKH, kemudian penerima BPNT.

Sementara database penerima bantuan gubernur diambil dari data pemerintah pusat. “Yang sudah tersalurkan baru 752 paket. Sekarang kami menunggu persetujuan KK pengganti dari pemerintah provinsi,” ungkap Kepala Dinas Sosial P3A Kota Banjar Asep Tatang Iskandar Selasa (12/5).

Ia menjelaskan jumlah penerima sebanyak 752 itu merupakan hasil penyaringan dari jumlah sebelumnya yakni 1.089 penerima bantuan (tahap pertama). Sementara kuota yang diberikan oleh pemerintah provinsi sendiri sebanyak 2.147 penerima bantuan.

“Tidak jadi 1.089 karena setelah diverifikasi lagi di lapangan hasilnya menjadi 752 penerima,” katanya.

Baca Juga : Pemdes dan Dinas di Pataruman Kota Banjar Lakukan Penyemprotan Serentak, Bukan Corona…

Loading...

Warga Kecamatan Purwaharja Kota Banjar Andi Maulana mengatakan banyak polemik dan kegaduhan di lapangan terkait bantuan sosial tersebut. Terutama ketimpangan yang terjadi di masyarakat.

“Banyak di lapangan termasuk di wilayah saya, yang seharusnya mendapatkan bantuan malah tidak mendapatkan sama sekali dari pemerintah provinsi. Sementaa yang dianggap mampu malah dapat bantuan,” kata Andi.

Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana sebelumnya mengatakan bagi warga yang terdampak Covid-19 dan belum mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi bisa mendapatkan bantuan dari Pemkot Banjar berupa beras 20 kilogram dan uang tunai Rp 150 ribu.

“Sekitar 17 ribu penerima bantuan sudah didata dan akan diberikan bantuan secara bertahap. Jumlahnya juga nanti akan dinamis seiring dampak yang terjadi akibat Covid-19 ini. Bisa bertambah dan bantuan pun akan ditambah jumlahnya,” ungkap Nana. (cep)

Loading...
loading...

6 KOMENTAR

  1. Dampaknya semua kena,,, tolong data ulang,,, jangan pilih pilih,,, lagi butuh dukungan rakyat aza koar koar minta di dukung,,, uang rakyat milik rakyat bukan milik pejabat

  2. Tolong jangan pilih ksh….saya warga Cigadung Karyamukti korban PHK akibat wabah covid 19 blm ada bantuan apappun dari pemerintah

  3. Benar pakta dilapangan bansos tidak sesuai datanya orang yg sangat mampu rmnya jg bagus menerima bansos sementara yg tidak mampu tidak menerima bansos.tolong di evaluasi lg.

  4. Selama ini saya belum pernah dapat bantuan apapun jenisnya..aneh ..saya warga ds rejasari kc langensari..dsn rancabulus rt03/03..padahal saya sama dng semua rakyat..kena imbas covid19..kk.ktp..saya ada semua..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.