Kisruh Gedung Tulip, Nanang: Anggota Dewan Jangan Ngawur! Sidak Harus Beri Tahu Pengembang

379
0
JELASKAN. Manajemen Konstruksi (MK) Pengembang Proyek Gedung Tulip RSUD dr Soekardjo Tahap II, Nanang Nurjamil, menjelaskan persoalan proyek yang digarapnya, Rabu (3/7). rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com.

TAWANG – Manajemen Konstruksi (MK) Pengembang Proyek Gedung Tulip RSUD dr Soekardjo Tahap II, Nanang Nurjamil, berang dengan apa yang dilakukan anggota dewan dari Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya.

Betapa tidak, para wakil rakyat itu melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terhadap gedung Tulip di RSUD yang “digarapnya” tanpa memberitahukan kepada pihaknya terlebih dahulu.

“Padahal kan yang lebih tahu soal proyek Gedung Tulip ini kan kami, sebagai MK dan pengembangnya. Kenapa malah Sidak dan memunculkan 19 item kesimpulan masalah,” tegas Nanang kepada radartasikmalaya.com, Rabu (3/7).

Baca Juga : PUPR Harus Berani Blacklist Pengembang Gedung Tulip RSUD Kota Tasik, Jika..

Nanang mengupas berbagai masalah yang ditudingkan para anggota dewan dalam 19 item hasil kesimpulan Sidak mereka pada Senin Lalu (1/7).

“Yang tahu kondisi di lapangan itu adalah kami. Jangan ngawur dewan itu. Ini kan jadi pertanyaan kami ada apa sebenarnya dengan dewan,” tanyanya.

Walau demikian, dia keukeuh menolak apa yang ditudingkan para wakil rakyat itu. “Pokoknya kami siap dipertemukan dengan para anggota dewan untuk menjelaskan 19 poin itu. Karena bagi saya pribadi selama saya benar, saya akan mempertahankan hal itu dan tak akan takut jika dibawa ke ranah hukum,” tandasnya.

Dia mencontohkan salah satu yang ditudingkan dewan. Seperti tak ada mesin bor air. “Kenyatannya itu ada kok. Lalu katanya tak ada izin untuk mengebor airnya? Lah kan kedalaman bor untuk airnya hanya 75 meter. Kalau lebih dari 75 meter baru harus ada izinnya,” beber Nanang.

Pokoknya apa yang ditudingkan dewan dalam Sidak beberapa hari lalu itu, kata Nanang, tidak benar. “Karena para dewan hanya melihatnya secara kasat mata saja. Padahal apa yang dituduhkan mereka itu tidak ada dalam gambar dan RAB kontrak kerja kami,” jelasnya.

Tukas dia, pihaknya juga mengawasi kinerja pengembang berdasarkan kontrak kerja di RAB dan gambarnya. “Nya sok tahu, saya kalau yang tidak ada di RAB diada-adakan. Saya menolak apa yang dituduhkan pihak DPRD dan RSUD. Apalagi dewan mendesak PUPR harus berani mem-blacklist pengembang. Tak segampang itu dong,” tukasnya. (rez)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.