Kisruh Swab Test di RSUD SMC Tasik, Dinkes Panggil Kapus Leuwisari

73
0
radartasikmalaya
Swab Test
Loading...

SINGAPARNA – Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabuapten Tasikmalaya akan memanggil kepala puskesmas (kapus) Leuwisari terkait keluarnya hasil swab positif atas nama Atat Maryati (56), padahal yang bersangkutan tidak pernah mengikuti swab.

Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto MMKes mengakui sudah berkomunikasi dengan kepala Puskesmas Leuwisari perihal kebenaran surat hasil swab warga Leuwisari tersebut.

“Besok (hari ini, Red) Selasa (26/1) rencananya kita mau panggil juga kepala Puskesmas Leuwisari. Rencananya mau Senin (25/1) ini, untuk klarifikasi bagaimana kejadiannya, artinya belum bisa menyimpulkan, karena belum lengkap secara utuh yang sebenarnya bagaimana,” ujarnya kepada Radar, Senin (25/1).

Pada intinya, kata dia, DKPP sudah menginstruksikan kepada kepala Puskesmas Leuwisari untuk datang ke kantor DKPP dalam mengklarifikasi secara pasti barangkali ada kesalahan dalam proses dan teknisnya. “Kami juga tidak menyalahkan siapa pun, karena itu ada faktor human error,” kata dia.

Baca juga : Mobil Kijang Terjun ke Kolam di Purbaratu Kota Tasik

loading...

Terpisah, Kepala Puskesmas Leuwisari Didin Budiana mengungkapkan bahwa dirinya akan dipanggil oleh DKPP, Selasa (26/1) untuk menjelaskan dan mengklarifikasi soal hasil swab warga. “Iya rencananya besok (hari ini, Red) saya akan ke kantor DKPP untuk menjelaskan soal hasil swab tersebut.

Yang pasti pihak puskesmas dan pemerintah Desa Linggawangi sudah bertemu, berkomunikasi dan menjelaskan kepada keluarga Ibu Atat, soal hasil swab tersebut,” kata dia.

Selain itu, kata dia, pihaknya tetap membujuk Atat agar tetap ikut dalam pelaksanaan swab, karena dirinya pernah kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah tersebut.

Dia menambahkan, bahwa diakui memang ada kesalahan dalam data VTM warga yang akan di-swab. Datanya sebelum swab sudah ada dan kebetulan Atat tidak hadir saat pelaksanaan.

Sementara data VTM-nya tetap disampaikan ke rumah sakit. “Maka kita akan evaluasi di internal Puskesmas Leuwisari agar kejadian serupa tidak terjadi dan terulang kembali,” kata dia. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.