KITA HIDUPKAN LAGI PERMAINAN TRADISIONAL

716
0
Penulis Yatti Kusmiati Guru Bahasa Indonesia SMPN 5 Tasikmalaya

Ada banyak kegiatan yang dilakukan anak setiap harinya. Seperti kegiatan beribadah, bersekolah, bermain, makan, dan istirahat. Semua kegiatan itu memiliki peran penting bagi tumbuh kembang anak. Dengan  kegiatan beribadah, diharapkan anak menjadi  cerdas secara spiritual. Melalui kegiatan bersekolah, anak ditempa agar menjadi cerdas secara intelektual. Melalui kegiatan bermain  diharapkan anak akan menjadi cerdas secara sosial. Sedangkan  dengan makan yang teratur dan istirahat yang cukup diharapkan anak menjadi bugar.

Mengapa  bermain dapat melatih anak menjadi cerdas secara sosial? Itu karena melalui kegiatan bermain anak akan berinteraksi dengan teman–teman yang karakternya berbeda-beda.Tanpa disadari, mereka menemukan cara bagaimana menghadapi teman yang cerewet, yang jahil, yang suka usil bahkan yang pendiam.

Apabila kita perhatikan saat anak bermain kucing–kucingan tanpa disadari mereka melakukan kegiatan olahraga. Mereka akan mengejar temannya dengan berlari sekuat tenaga. Hingga pecahlah tawanya saat buruannya tertangkap.

Selain kucing-kucingan, permainan lain yang melatih motorik anak adalah petak umpet. Sebuah permainan yang diawali hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi “kucing” (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil menghitung sampai 25 kali. Biasanya dia menghadap tembok, pohon, atau apa saja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi. Setelah hitungan sepuluh, mulailah dia beraksi mencari teman-temannya. Melalui permainan ini, nilai yang tersisip-sisip adalah ketangkasan dan kecepatan berlari. Serta banyak lagi permainan-permainan yang bisa membentuk karakter anak.

Dari banyaknya manfaat yang diperoleh anak-anak dari permainan tersebut di atas, masihkah permainan itu ada di lingkungan anak-anak? Bila tidak ada apakah penyebabnya ? Siapakah yang dapat kita panggil untuk menghidup – hidupkan kembali permainan tersebut?

Alangkah bijaksananya apabila orang tua memperkenalkan permainan-permainan di atas. Di samping memperkenalkan permainan-permainan yang sifatnya kekinian (game elektronik) kepada anak-anaknya. Memang, game-game yang marak sekarang pun memilikisisi positif. Semisal memperkenalkan kemajuan teknologi, melatih refleks  juga melatih strategi. Namun sayang, sisi negatifnya juga ada. Di antaranya anak menjadi indiividualistis, lupa waktu, mata cepat rusak karena radiasi, boros dan sebagainya. Belum  lagi adanya game yang menonjolkan kekerasan, kebut-kebutan bahkan tayangan gambar yang tidak layak dilihat oleh anak-anak.

Dulu game hanya dapat dimainkan dengan menggunakan komputer. Apabila komputer tersebut ditempatkan di ruang keluarga, orang tua masih dapat mengontrol jenis game yang dimainkan oleh anak. Tetapi sekarang, seiring dengan kemajuan teknologi, game dapat dimainkan dengan HP android yang semakin menyulitkan orang tua untuk melakukan kontrrol karena anak-anak bisa bermain game di mana saja . Hal ini menjadi sebuah pertanda bagi orang tua agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anak. Jangan–jangan mainan kita berikan kepada anak-anak justru merugikan anak itu sendiri.

Selanjutnya bagaimana peran sekolah dalam menghidupkan kembali permainan lawas namun edukatif ini?  Karena  sekolah merupakan  rumah kedua bagi anak-anak, sewajarnya sekolah merasa terpanggil untuk membumikan kembali permainan-permainan tradisional. Misalnya dengan cara mengadakan festival permainan anak tradisional pada pekan kreatvitas.   Setiap kelas menampilkan atau memper tunjukkan satu permainan tradisional. Guru-guru memberikan suport dan menyampaikan ulasan tentang nilai-nilai apa yang tersirat dalam permainan yang ditampilkan oleh anak. Yang pada gilirannya kita menyadari bahwa permainan-permainan anak tempo dulu menyenangkan, mudah, murah, dan edukatif.

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.