KKG Kecamatan Bungursari Kota Tasik Diajak Pahami Konsep AN

24
0
ISTIMEWA. FOKUS. Puluhan guru dari Kelompok Kerja Guru (KKG) Se-Kacamatan Bungursari mengikuti sosialisasi tentang Asesmen Nasional (AN) dan Strategi Pembelajaran Literasi dan Numerasi pada AKM di SDN Sukamulya Kecamatan Bungursari, Kamis (4/2/2021).
ISTIMEWA. FOKUS. Puluhan guru dari Kelompok Kerja Guru (KKG) Se-Kacamatan Bungursari mengikuti sosialisasi tentang Asesmen Nasional (AN) dan Strategi Pembelajaran Literasi dan Numerasi pada AKM di SDN Sukamulya Kecamatan Bungursari, Kamis (4/2/2021).
Loading...

TASIK – Tim Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Sekolah Dasar (SD) Kota Tasikmalaya terus melakukan sosialisasi kepada kepala sekolah, guru dan siswa tentang Asesmen Nasional (AN) dan Strategi Pembelajaran Literasi dan Numerasi pada AKM.

Hal itu sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman guru atas kebijakan baru Kemendikbud dalam perubahan paradigma evaluasi pendidikan.

Oleh karena itu, Kelompok Kerja Guru (KKG) se-Kacamatan Bungursari di SDN Sukamulya mendapatkan pembekalan dari Tim AKM SD Kota Tasikmalaya pada Kamis (4/2/2021). Tujuannya bersiap menghadapi AKM 2021, sebagai reformasi pendidikan.

“Sosialisasi ini digelar agar guru dapat mengenal lebih dekat sistem evaluasi pendidikan AKM. Karena tipe soalnya mirip Programme for International Student Assessment (PISA) yang penuh konsep bernalar dan analitis yang membutuhkan pemikiran matang dan latihan,” kata Perwakilan Tim AKM SD Kota Tasikmalaya Ema Astri Muliasari SPd kepada Radar, Jumat (5/2/2021).

Dia pun meminta guru agar memahami AKM secara sempurna. Dengan begitu guru bisa mengajarkan secara bertahap pada siswa kelas 4 dan 5, seperti: bulan pertama mengajak siswa paham dulu tentang literasi dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.

loading...

“Siswa bisa diajak diskusi, merangkum, dan membuat pertanyaan sendiri tentang mata pelajaran Bahasa Indonesia,” ujarnya.

Bulan kedua, guru bisa mengajarkan numerasi kepada siswa, seperti mata pelajaran Matematika. “Selanjutnya siswa diberikan pemahaman tentang numerasi dengan memfokuskan dasar perkalian,” katanya.

Baru pada bulan ketiga, guru bisa mengenalkan soal AKM kepada siswanya di https://puspenjar.kemdikbud.go.id. “Siswa bisa belajar soal AKM di website puspenjar. Di sana ada 400 soal dengan level rendah, sedang dan tinggi,” ujarnya.

Pihaknya juga mengajak guru untuk bisa membuat soal AKM sendiri. Hal itu tidaklah instan. Oleh karenanya perlu pembiasaan agar sebagai stimulus perbaikan mutu pembelajaran.

“Strategi guru membuat soal sendiri bertipe AKM dengan materi dari modifikasi. Isinya yang terpenting ada stimulus gambar, edukasi, inspiratif, keterbaruan dan menarik,” katanya.

Perlu diketahui, kata Eni, AKM ini merupakan bagian dari Asesmen Nasional (AN). Artinya AN ini meliputi tiga hal yaitu AKM, survei karakter dan survei lingkungan belajar. “AKM ini mengujikan penguasaan kompetensi literasi dan numerasi,” ujarnya.

Lalu, survei karakter mengukur sikap, nilai, keyakinan dan kebiasaan yang mencerminkan karakter siswa. “Adapun survei lingkungan belajar mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun tingkat sekolah,” katanya.

Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Bungursari Yayan Kartiyan SPd, MPd menyebutkan, pengenalan AKM untuk guru ini penting untuk lebih memahami konsep dan materi dasar dalam mengukur mutu suatu sekolah. Makanya sebanyak 34 guru dari kelas 4 dan 5 mengikuti sosialisasi tentang Asesmen Nasional (AN) dan Strategi Pembelajaran Literasi dan Numerasi pada AKM di SDN Sukamulya Kecamatan Bungursari, Kamis (4/2/2021).

“Tujuannya agar lebih siap untuk membina siswa kelas 5 mengikuti AKM pada September 2021,” ujarnya. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.