KNPI Kabupaten Tasik Minta Anggaran Beli Sarung Rp2,7 M Dibatalkan

146
0
Asep Azwar Lutfi Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Tasikmalaya dan Asep Abdul Rofik Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya

SINGAPARNA – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tasikmalaya meminta pemerintah daerah membatalkan dan merealokasi anggaran pengadaan sarung untuk penanganan Covid-19.

Sehingga anggaran Rp 2,7 miliar bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya kira lelang pengadaan sarung itu bukan hanya ditunda, tapi harus dibatalkan dan anggarannya direalokasi untuk penanganan Covid-19.

Karena yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini adalah sembako dan bukan sarung,” ujar Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Tasikmalaya Asep Azwar Lutfi kepada Radar, tadi malam.

Baca juga ; Banprov Tahap 2 untuk Warga Kota Tasik Berbentuk Uang Tunai

Menurutnya, pemerintah daerah harus berpikir rasional dan melihat apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

Sehingga anggaran sebesar itu bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Saya kira anggaran-anggaran yang besar dan tidak begitu penting lebih baik dialihkan untuk yang sedang dibutuhkan saat ini, termasuk sembako,” ujarnya, menjelaskan.

Sementara itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kabupaten Tasikmalaya akan melakukan kajian serius terhadap pengadaan-pengadaan yang dinilai tidak rasional, seperti pengadaan alat studio senilai Rp 2,3 miliar dan Rp 7,5 miliar untuk membeli kendaraan operasional.

“Kami di LBH Ansor akan mengkaji dan membedah anggaran terlebih dahulu sebelum melakukan upaya hukum.

Karena ranah tindak pidana korupsi ini bukan hanya setelah anggaran terserap, tapi mulai dari perencanaan dan pemanfaatannya,” ujar Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Abdul Rofik SH kepada Radar, kemarin.

Baca juga : Persiapan PSBB Hari Rabu, Posko Perbatasan Kota Tasik Dibubarkan

“Saya kira pengadaan alat studio yang menghabiskan Rp 2,3 miliar ini perlu diselidiki baik melalui mekanisme DPRD sebagai pengawas realisasi anggaran maupun aparat penegak hukum.

Sebab alokasi tersebut sama sekali tidak berfaedah atau mubazir dan sama sekali tidak mencerminkan keberpihakan terhadap rakyat,” katanya, menambahkan.

Kata dia, hal ini jelas menunjukkan kurang baiknya perencanaan yang dilakukan pemerintah daerah.

Terbukti apa yang direalisasikan dirasa kurang bermanfaat atau bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. “Termasuk untuk pengadaan sarung pun saya kira perlu dipertanyakan. Apalagi saat ini di tengah pandemi Covid-19, masyarakat lebih membutuhkan sembako dan lainnya,” katanya. (yfi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.