Kodim Tasikmalaya Siagakan Personel untuk Antisipasi Bencana, Kota Rawan Genangan

91
0

KOTA TASIK – Komando Distrik Militer (Kodim) 0612/ Tasikmalaya menggelar apel kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologis pada musim hujan, Jumat (23/10) pagi.

Dalam apel itu, seluruh pasukan serta sarana dan prasarana disiapkan untuk digunakan ketika terjadi bencana.

Komandan Kodim Tasikmalaya, Letkol Inf Ary Sutrisno mengatakan, apel kesiapsiagaan itu dilakukan untuk mengingatkan seluruh personel akan potensi bencana yang ada di Tasikmalau.

Selain itu, lanjut dia, apel itu juga bertujuan untuk mengecek kesiapan sarana dan prasarana yang ada di Kodim.

“Karena kita tahu Tasik ini kan rawan bencana. Jadi kita harus lakukan antisipasi dan lebih waspada lagi ke depan,” katanya kepada wartawan.

Ia menerangkan, seluruh personel yang ada di Kodim dan Koramil disiagakan untuk penanganan bencana.

Pihaknya akan melakukan pemetaan lanjutan untuk menentukan penempatan personel.

Sementara untuk peralatan, beber dia, yang disiapkan untuk mengantisipasi bencana antara lain dapur lapangan, perahu karet (landing craft rubber/lcr), alat penjebol batu, dan alat evakuasi yang lain.

Menurut dia, pelaratan itu dianggap sudah cukup untuk mengantisipasi bencana yang ada.

“Yang penting penempatannya saja nanti,” bebernya.

Ary menambahkan, pada dasarnya dalam penanganan bencana sektor yang meminpin adalah BPBD.

Tentara dalam hal ini bertugas untuk menguatkan penanganan di lapangan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar mengatakan, saat ini wilayah Kota Tasik sudah memasuki musim hujan.

Apalagi, saat ini musim hujan dibarengi dengan fenomena La Nina. Akibatnya, intensitas hujan diperkirakan akan lebih tinggi.

Menurut dia, dalam dua bulan terkahir sudah terjadi puluhan kejadian bencana di wilayah Kota Tasik.

“Yang paling mendominasi adalah pohon tumbang dan longsor. Tak sampai ada korban jiwa,” tuturnya.

Dalam upaya pencegahan, Ucu menambahkan, BPBD Kota Tasik telah melakukan pemangkasan beberapa pohon yang rawan tumbang.

Pemangkasan itu dilakukan berdasarkan permintaan warga. Sebab, menurut dia, pemangkasan pohon sebenarnya bukan tupoksi BPBD.

“Namun kalau membahayakan, kita kan tak bisa diam saja,” tegasnya.

Ucu menyebutkan, wilayah yang memiliki potensi rawan bencana longsor antara lain Kecamatan Tamansari, Kawalu, Cibeureum, dan Purbaratu.

Sementara itu, di kawasan perkotaan seperti Tawang dan Cihideung, berpotensi terjadi bencana genangan air.

Ia mengimbau, warga untuk tetap waspada dalam menghadapi bencana. Sebab, intensitas hujan masih akan tinggi dalam beberapa pekan ke depan.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.