Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

4.5%

78.9%

15.9%

0.3%

Kodir Akui Jadi Pelaksana Pemotongan Dana Hibah, Minta Uu Dihadirkan sebagai Saksi

449
0

TASIK – Sekda nonaktif Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir tak menyangkal atas dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait pemotongan dana hibah 2017.

Sehingga dia tidak mengajukan eksepsi pada sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Bandung, Senin (10/12).

“Namun Pak Kodir ingin Pak Uu dihadirkan sebagai saksi dalam sidang berikutnya (Minggu depan, Red) di Pengadilan Tipikor. Karena Pak Kodir mengaku hanya sebagai pelaksana,” ujar Juru Bicara Keluarga Sekda non aktif Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir, Tahyudin kepada Radar, tadi malam.

Sebab, kata dia, Uu yang menandatangani SK (Surat Keputusan) dan memerintahkan Kabag Kesra Kabupaten Tasikmalaya Maman Jamaludin mencari dana kurban saat Idul Adha tahun 2017, yang tidak dianggarkan di tahun 2017.

“Sedangkan 2018 itu adalah tahun politik,” ungkapnya.

Adapun soal proses hukum, Tahyudin menyerahkan sepenuhnya kepada pengacara. Nantinya, tambah dia, pengacara yang mengolah dan berjuang agar Kodir divonis seringan mungkin apalagi kerugian negaranya sudah dikembalikan.

“Tapi Pak Kodir siap dipenjara, sebab ia tidak menolak sudah melakukan pemotongan (dana hibah, Red),” tambah dia.

Menurut Tahyudin, dari data yang dimilikinya, ada kuitansi yang membuktikan bahwa pada Juli 2017 saat hari raya Idul Adha Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya membeli sapi untuk dikurbankan. Kemudian dibagi-bagi kepada masyarakat dan pegawai Pemkab Tasikmalaya

Untuk anggarannya, ungkap Tahyudin, tentu atas perintah Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum kepada Sekda Abdul Kodir. Supaya anggarannya menggunakan dari dana talang hibah 2017.

“Karena di APBD 2017 tidak dianggarkan. Kemudian Sekda Kodir memerintahkan Kabag Kesra untuk mencairkan dana talang tersebut dari dana hibah,” paparnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, SMS maupun WhatsApp, Wakil Gubernur Jawa Barat H Uu Ruzhanul Ulum tidak merespons.

Diberitakan sebelumnya, kasus korupsi dana hibah di Kabupaten Tasikmalaya memasuki babak baru. Setelah Sekda nonaktif Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir bersama beberapa stafnya menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Senin (10/12).

Dalam sidang tersebut, muncul nama mantan Bupati Tasikmalaya yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat H Uu Ruzhanul Ulum.

Pengacara Abdul Kodir, Bambang Lesmana mengatakan nama Uu sempat disebut dalam dakwaan jaksa, sehingga perlu menghadirkan orang nomor dua di Provinsi Jawa Barat itu.

Bahkan, pihaknya sudah menyiapkan bukti-bukti kuat memanggil Uu Ruzhanul Ulum untuk duduk di kursi persidangan sebagai saksi atas kasus korupsi Abdul Kodir dan beberapa ASN Pemkab Tasikmalaya.

“Kita sudah siapkan bukti dan saksi dalam kota dan luar kota, saya tidak bisa sebutkan. Yang jelas ada saksi dalam dan luar akan dihadirkan,” kata Bambang di Bandung, kemarin.

Kehadiran saksi-saksi tersebut, kata dia, sebagai bukti bahwa dakwaan benar-benar sesuai. Sehingga tidak ditemukan kekeliruan. Selain untuk memperjelas pada sidang-sidang berikutnya.

“Kami memahami dakwaan dan akan buktikan dakwaan itu benar atau tidak, nanti akan buktikan proses persidangan berikutnya berdasarkan bukti dari kami,” ungkapnya.

Dia beranggapan dalam dakwaan sudah dijelaskan, semua pengambilan keputusan didasari dari Surat Kuasa (SK) Bupati Tasikmalaya yang saat itu diemban H Uu Ruzhanul Ulum.

“Jadi langkah kami menghadirkan Uu sudah jelas. Itu kan bupati yang ambil kebijakan, dan saya akan ajukan permohonan untuk dihadirkan. Karena dalam dakwaan di sidang dijelaskan sesuai dengan SK bupati,” jelasnya. (dik/azs)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.