Kodir Bantah Ada Potongan Hibah

20

TASIK – Sekda Kabupaten Tasikmalaya Drs H Ab­dul Kodir MPd mengakui pernah satu ka­li dimin­tai keterangan oleh Polda Jawa Barat sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Ya,saya pernah satu kali dimintai keterangan. Kalau Senin (1/10) tidak ada panggilan. Karena ketua TAPD itu pasti ditanya dan diminta keterangan soal kegiatan dan program dinas-dinas,” ujar Kodir kepada Radar di ruangannya, Selasa (2/10).

Yang dimintai keterangan, kata Kodir, bukan hanya dirinya saja. Ada dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Bappeda termasuk pelaksana di dinas-dinas. “Ditanya soal program, tidak hanya APBD 2017 saja, tapi APBD 2018 juga ditanyakan oleh Polda,” beberrnya.

Kodir dengan tegas membantah adanya pemotongan dana hibah pada APBD 2017. Menurut dia, yang terjadi mungkin ada pihak yang meminta hibah tersebut kepada penerima bantuan. Sehingga kemungkinan penerima bantuan memberikannya. ”Tidak ada yang namanya pemotongan bantuan dana hibah,” paparnya.

Pemerintah daerah, kata Kodir, bertugas melakukan verifikasi penerima hibah, sampai ke tingkat pencairan.”Tapi itu semua ada SOP yang harus dilakukan antara pemkab dengan penerima hibah,” tuturnya.

Bahkan, kata dia, pemkab dan penerima hibah membuat fakta integritas serta naskah perjanjian hibah daerah (NPHD). “Jadi sudah jelas, dengan adanya fakta integritas tersebut, yang bertanggungjawab terhadap hibah yakni penerima hibah, ” kata Kodir.

Ditambah uang pencairan hibah, jelas Kodir, langsung masuk ke rekening penerima hibah. “Kalau lah misalkan setelah uang diterima penerima ada yang minta kenapa di kasih? Sementara dengan pemkab sudah membuat fakta integritas. Bahwa penerima bertanggung jawab atas uang yang diterima,” terang Kodir.

Kodir pun menyayangkan ketika ada penerima yang memberi bagian kepada pihak lain. Bahkan dia mendapat informasi sampai ada yang dipotong sebesar 10-90 persen. “Tidak ada dari aparatur pemerintah daerah yang memotong. Tapi kenapa masih ada yang meminta, lalu di bilang pemerintah melakukan pemotongan segala macam,” tegasnya.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahtraan Masyarakat (Kesra) Setda Kabupaten Tasikmalaya Maman Jamaludin menambahkan fungsi kesra merekomendasi dan memverifikasi pengajuan dana hibah dari penerima hibah.

Untuk jumlah pengajuan hibah yang terdata memang ribuan angkanya sekitar 2.000-an lebih. Namun belum semuanya menerima hibah. “Kalau untuk jumlah 21 penerima hibah memang sudah menerima hibah,” paparnya. (dik)

loading...
BERBAGI
Artikel sebelumyaPalu
Artikel berikutnyaBangga Pakai Batik Khas Tasik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.