Jadi Otak Korupsi Dana Hibah Tasik

Kodir Dapat Duit Paling Besar

624
0
Loading...

BANDUNG – Polda Jawa Barat berhasil membongkar praktik korupsi program dana hibah tahun anggaran 2017 di Kabupaten Tasikmalaya. Dalam kasus itu, Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah pejabat di Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya ditetapkan sebagai tersangka.

Para tersangka yang terlibat dalam kasus ini adalah, Sekda Kabupaten Tasikmalaya Abdul Khodir, Kabag Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya Maman Jamaludin, Sekretaris DPKAD Ade Ruswandi dan Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Endin.

Selain itu, PNS di bagian Kesra Kabupaten Tasikmalaya Alam Rahadian Muharam, dan Eka Ariansyah, serta tiga warga sipil diantaranya Lia Sri Mulyani, Mulyana dan Setiawan.

Baca : Rumah Mewah Itu Sudah Kosong

Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto menceritakan modus yang dilakukan adalah menganggarkan dana hibah untuk 21 yayasan atau lembaga keagamaan. Namun, besaran bantuan dilakukan pemotongan.

Loading...

Tersangka Abdul Kodir dan  Maman Jamaludin, meminta Alam Rahadian Muharam dan Eka Ariyansyah mencarikan yayasan yang bakal menerima dana hibah tersebut.

Instruksi dari Sekda dan Kabag Kesra itu, kata Agung, ditindaklanjuti oleh Alam dan Eka dengan meminta bantuan kepada Lia Sri Mulyani untuk mencarikan yayasan penerima hibah termasuk Mulyana dan Setiawan.

Ketiga warga sipil itu sekaligus membuatkan proposal serta memotong dana hibah yang cair.

Meski tidak merinci, bantuan yang diberikan, kata Agung, nominal penerima bantuan dari dana hibah yang dianggarkan beragama. “Jadi bantuan hibah yang cair tidak diberikan semuanya, hanya 10 persen dari nilai pengajuan,” tuturnya.

Sisa dari anggaran dana hibah yang dipotong tersebut, kemudian dibagikan kepada sembilan orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka. “Para penerima sisa dana hibah, rata-rata menerima Rp 100-600 juta lebih,” kata Agung di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (16/11).

Dari korupsi tersebut, Sekda Tasikmalaya memperoleh bagian paling besar. Total uang korupsi yang diterima senilai Rp 1,4 miliar.

Dari pengungkapan ini, polisi mengamankan barang bukti di antaranya dua unit sepeda motor, satu mobil, sebidang tanah di Kabupaten Tasikmalaya, uang tunai 1,951 miliar dan beberapa dokumen.

Polisi pun terapkan pasal 2, pasal 3, pasal 12, UU no 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi, Jo pasal 55 dan 56 KUHP dan pasal 64 ayat 1 KUHP. ‘Total kerugian Rp 3,9 miliar,” jelas Agung.

Disinggung mengenai kemungkinan keterlibatan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum yang saat itu masih menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya, Agung menyatakan belum sampai ke arah sana.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Samudi menambahkan mens rea atau ada tidaknya niat jahat dalam kasus ini mengarah kepada Abdul Kodir yang bertindak sendiri dari mulai memerintahkan, mencari lembaga hingga pencairan dana hibah.

“Saat dana keluar ternyata ini yayasan tidak sepenuhnya menerima. Begitu terima (proposal, Red) langsung potong, langsung potong. Sisanya (uang pemotongan, Red) itu dibagi-bagi. Mens rea-nya di Sekda,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil enggan berkomentar banyak. Ia menyerahkan sepenuhnya penuntasan kasus itu kepada pihak kepolisian tanpa intervensi. “Kita ikuti saja langkah penegakan hukum. Kita hormati proses hukum yang sudah berlangsung,” katanya di DPRD Jabar, Bandung, Jumat (16/11).

Saat ditanya terkait penunjukan pengganti Abdul Kodir sebagai Sekda Kabupaten Tasikmalaya, Kang Emil menyatakan akan melakukan kebijakan sesuai mekanisme yang berlaku. Semuanya akan dikoordinasikan dengan Kementerian Dalam Negeri. “Kalau ternyata memang secara aturan belum memungkinkan tentulah pasti kita proses,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul  Ulum yang merupakan mantan Bupati Tasikmalaya belum bisa dimintai komentarnya terkait kasus ini. Uu dikabarkan sedang dalam proses pemulihan pasca operasi usus buntu di RS Santosa, Kota Bandung.

“Pak wagub sakit, baru beres operasi usus buntu kemarin. Belum boleh ditengok,” kata Kepala Bagian Publikasi, Peliputan dan Dokumentasi Pemprov Jabar, Azis Zulficar melalui pesan singkatnya. (azs)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.