Kok Bisa.. Usai Divaksin, Dokter dan Bupati Terpapar Covid-19

91
0
Bupati Sleman Sri Purnomo dinayatakan positif Covid-19 seminggu setelah divaksin. foto:instagram
Loading...

JAKARTA – Peristiwa seseorang terinfeksi virus Covid-19 setelah beberapa hari divaksin kembali terjadi di tanah air.

Kali ini dialami oleh seorang dokter spesialis paru dan seorang kepala daerah di Provinsi Yogyakarta.

Dokter spesialis paru yang juga dosen, dr Rani Rasyidin mengaku dirinya terinfeksi Covid-19 dua hari setelah disuntik vaksin.

Hal itu diungkapkan dr Rani Rasyidin melalui akun Twitter pribadinya, @drRaniSpP, Kamis (22/1) malam.

“Bismillah, hari ini sy konfirmasi covid, gejala spt flu mulai h+2 vaksin, apa kebetulan atau ada hub nya, sy gk tahu, yg jelas sy sdh lapor, jaga kesehatan ya, doakan saya lekas sehat lagi,” tulis dr Rani.

loading...

Tak pelak pernyataan pernyataan Dokter Rani tersebut mendapat banyak tanggapan dari para follower-nya, baik dari sesama kalangan dokter maupun masyarakat biasa.

Umumnya mereka mendoakan kesembuhan bagi sang dokter tersebut.

“Syafakillagh, dok. Aamin, “ tulis akun dr. Andi Khomaeni Takdir @dr_koko28.

Ternyata tidak hanya dr Rani saha yang dinyatakan positif Covid-19 setelah divaksin, Bupati Sleman Sri Purnomo, yang seminggu sebelumnya disuntik vaksin, juga diketahui terpapar virus serupa.

“Hari ini, Kamis 21 Januari 2021, saya Sri Purnomo Bupati Kabupaten Sleman menyampaikan informasi bahwa saya hari ini dinyatakan positif Covid-19,” kata Sri Purnomo melalui akun Instagram miliknya @sripurnomosp.

Sri Purnomo menceritakan pada 20 Januari, dia menjalani tes swab antigen yang segera diketahui hasilnya positif.

Esok harinya dilanjutkan dengan tes swab PCR dan hasilnya pun sama.

Usai dinyatakan positif Covid-19, Sri siang tadi melakukan rontgen thorax dan CT Scan thorax.

Dia mengaku bersyukur, berdasarkan hasil pemeriksaan itu, paru-parunya bersih dan baik-baik saja.

“Kondisi kesehatan saya hari ini alhamdulilah 100 persen sehat dan tidak menunjukkan gejala penyakit apa pun. Memang pada hari Selasa 19 Januari 2021 malam, saya sempat batuk-batuk dan suhu badan naik di angka 37,6 derajat,” kata Sri.

Akibat dinyatakan postif Covid-19, kini sang Bupati tersebut menjalankan isolasi mandiri di rumah dinas. Hal ini dipilih karena kondisinya tanpa gejala berarti.

Bupati Sri pun mengaklaim, seluruh keluarga dan staf yang ada di rumah dinas dan sering berinteraksi sudah dites swab antigen. Seluruhnya dinyatakan negatif Covid-19.

Seperti diketahui, pada 14 Januari lalu Sri Purnomo bersama pegiat media sosial dr Tirta Hudhi disuntik vaksin Covid-19 buatan perusahaan biofarmasi asal China, Sinovac, di Puskesmas Ngemplak II.

“Meskipun beberapa waktu lalu saya telah divaksin sebagai pencegahan penyebaran virus Covid-19, saya ingatkan vaksin bukanlah sebuah obat. Vaksin hanya mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit Covid-19 agar terhindar dari tertular maupun kemungkinan sakit berat,” ujar kala itu.

Sri Purnomo mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan Covid-19.

“Saya mengimbau bahwa perlindungan yang diberikan vaksin Covid-19, tetap perlu diikuti dengan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin memakai masker, cuci tangan pakai sabun serta jaga jarak dan hindari kerumunan,” harap Sri Purnomo.

Menanggapi positifnya Bupti Sleman Sri Purnomo, dr Tirta Hudhi melalui akun twitternya @tirta_hudhi mengatakan itu menandakan bahwa vaksin bukan melindungi kita penularan virus Covid-19. “Terkait bapak @SriPurnomoSp terkena covid, itu menandakan, bahwa vaksin bukan melindungi kita dari penularan. so, pentingnya menjaga protokol 3M selalu. apalagi jika baru mendapat i dosis,: tulisnya. (jp/red)

#Ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.