Kolaborasi ITY dan Kemenristekdikti dalam Memajukan UMKM Gula Semut di Kota Tasik

43

TASIK – Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) membantu peralatan atau mesin pembuatan gula semut dengan teknologi tepat guna kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Tasikmalaya.

Peralatan tersebut diserahkan kepada Hae dan Angga pemilik UMKM Gula Semut ‘Amis Budi’ di Tasikmalaya, Kelurahan Sukamenak Kecamatan Purbaratu, Sabtu (27/10/2018).

Bantuan peralatan pengolahan gula semut ini merupakan pengabdian masyarakat yang dilakukan tiga dosen ITY dan UP 45, Rosiana Indrawati dan Muhamad Sigit Cahyono.

Ada lima unit mesin berkapasitas 30 kilogram yang terdiri dari mesin perajang, mesin pemasak nira, oven, mesin penepung dan mesin pengayak.

“Kegiatan ini dibiayai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Sesuai dengan Kontrak Nomor: 156/SP2H/PPM/DRPM/2018,” kata Rosiana Indrawati, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat ITY di Yogyakarta.

Rosiana menjelaskan, alat ini bisa mempercepat proses pemasakan nira yang menjadi bahan dasar pembuatan gula aren untuk kemudian diolah menjadi gula semut.

Selanjutna menghaluskan gula aren dari mesin pemasak, mengilangkan kadar air dengan mesin oven untuk kemudian dimasukkan ke dalam mesin penepung lalu diayak
dengan mesin pengayak untuk masuk ke dalam packaging.

“Adanya alat ini akan mempercepat proses pembuatan gula semut yang relatif lama, dan tidak efisien waktu serta tenaga jika dilakukan secara manual, seperti kondisi saat ini di UMKM Amis Budi,” kata Rosiana.

Setelah serah terima Mesin Pengolah Gula Semut, kata Rosiana, pihaknya memberikan pelatihan mengenai pengoperasian mesin dengan para pelaku UMKM gula semut di Kota
Tasikmalaya.

Rosiana menambahkan inovasi lain yang perlu diciptakan adalah inovasi pengemasan yang harus dibuat lebih praktis dalam kemasan kecil-kecil seperti gula kristal di hotel.

Sehingga gula semut bisa menjangkau setiap lapisan masyarakat dengan kemasan yang lebih praktis dan memudahan dalam promosi dan pengiriman ke luar daerah.

Sementara itu, Sigit Cahyono, anggota tim mengatakan bahwa gula semut di Tasikmalaya sudah sangat terkenal sehingga jangkauan pemasarannya juga harus dipikirkan.

Gula Semut bukan hanya memenuhi kebutuhan lokal tapi juga permintaan dari luar kota dan industri perhotelan yang sedang marak di Kota Tasikmalaya.

Acara ini juga dihadiri H Thoriq Nurhidayat, Anggota Komisi X
DPR RI yang peduli dengan pengembangan UMKM di Kota Tasikmalaya.

Thoriq menyambut baik pengabdian masyarakat yang dilakukan ITY. Pasalnya, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ITY ini memberikan hal positif untuk pengembangan gula semut di Tasikmalaya.

“Adanya kolaborasi dan sinergi antara perguruan tinggi dan UMKM mendorong percepatan tumbuhkembangnya teknologi tepat guna khusus untuk meningkatkan kapasitas produksi UMKM. Di samping itu adanya alat ini juga sangat membantu mempermudah mitra dalam menjalankan bisnis gula semut di kota Tasikmalaya,” papar Thoriq

Di tempat sama, Angga pelaku UMKM mengaku sangat terbantu dengan adanya peralatan tersebut.

“Kami sangat terbantu dengan alat ini, alatnya cukup praktis sesuai kebutuhan. Cara mengoperasikannya sangat mudah, praktis dan lebih cepat
daripada menggunakan manual,” ungkap Angga.

Sedang, Hae menambahkan alat ini sangat mantap, mudah dan efisien secara
waktu. Sehingga dapat membantu mereka dalam menjalankan bisnis gula
semut.

Para pelaku UMKM berterima kasih kepada ITY dan Kemenristekdikti
serta dukungan dari DPR RI untuk pengembangan UMKM di Kota Tasikmalaya. (rls)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.