Air Menggenang di Jalan HZ Mustofa

”Kolam Renang” Dadakan Tasikmalaya

14860
MENOLONG DAN BERMAIN. Anak-anak membantu pengendara yang mesin motornya mati di Jalan HZ Mustofa Kamis sore (21/3). Foto kanan dan atas, anak-anak bermain air dan berenang di genangan Jalan HZ. foto-foto: RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

CIHIDEUNG – Jalan HZ Mustofa kembali direndam banjir Kamis sore (21/3). Genangan air di jalan pusat Kota Resik ini dijadikan ”kolam renang” dadakan oleh anak-anak di sekitar. Belasan anak berenang. Mereka bermain air. Berlarian. Tertawa. Khas dunia anak-anak.

Air menggenang Jalan HZ seukuran lutut orang dewasa atau kurang lebih 50 cm. Kawasan yang dipakai berenang itu di pinggir jalan. Lokasinya dihindari pengguna jalan. Karena genangannya lebih dalam dari sebelah kanan dari arah Simpang Padayungan menuju Simpang Nagarawangi.

Beberapa sepeda motor terlihat bermasalah. Mesinnya mati. Itu karena terendam air. Beberapa anak membantu mendorong sepeda motor untuk melewati genangan.

Salah seorang pengendara Asep Sobari (35) mengeluhkan banjir tersebut. Menurutnya jalur HZ yang merupakan jalan protokol seharusnya diperhatikan oleh pemerintah. “Ini kan jalan utama. Jadi banyak dilalui orang,” tuturnya.

Banjir juga dikeluhkan pedagang. Pengelola Baso Endoll Rais Arfah (25) mengatakan banjir tersebut berdampak kepada penjualan. Pasalnya konsumen kesulitan untuk memarkirkan kendaraannya. “Kan jalannya juga banjir, pasti langsung pada lewat,” ujarnya.

Terlebih, kata Rais, sore hingga petang biasanya banyak yang membeli dagangannya. “Kalau jam pulang kerja biasanya ramai yang beli,” katanya.

Menurutnya, drainase yang dibangun pemerintah belum memberikan efek yang signifikan. Karena setelah hujan, jalan di depan rukonya tetap tergenang sampai dua jam.

“Sepertinya lubangnya terlalu kecil atau apa, seharusnya diper­baiki lagi supaya tidak lagi banjir,” harapnya.

Banjir juga menggenangi halaman Masjid Ulul Albab di Jalan BKR Kecamatan Tawang. Lokasi yang juga menjadi markas Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tasikmalaya itu sudah langganan terkena banjir.

Ketua Umum HMI Komisariat Uni­versitas Siliwangi (Unsil) Banyu­giri Setra mengatakan hujan di ha­laman masjid tersebut sampai setinggi paha orang dewasa. Hal ini sering terjadi ketika hujan deras. “Lumayan tinggi juga genangannya,” ujarnya.

Hal ini disebabkan sempitnya drainase di Jalan BKR. Di tambah saluran air di belakang masjid dijejali sampah yang membuat genangan air sulit terbuang. “Suka banyak sampah di selokan belakang, enggak tahu dari mana yang buangnya,” katanya.

Pihaknya meminta pemerintah untuk tidak tinggal diam. Harus ada evaluasi dan pembangunan yang bisa mencegah terjadinya banjir di sejumlah titik di Kota Tasikmalaya.

“Jangan sampai pemerintah hanya menanggulangi saja, tapi harus ada solusi supaya tidak banjir lagi,” pungkasnya.

Berdasarkan data dari Pusdalops Ba­dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, ban­jir juga menggenangi pemu­kiman warga. Diantaranya yakni Jalan Selakaso Kecamatan Cihi­deung dan Jalan Taman Harapan Kecamatan Tawang. (rga)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.