Kolecer Gubernur Jabar Diamankan

109
0
Dede Muharam

MANGKUBUMI – Masa pengelolaan Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Taman Kota telah habis pada November. Akhirnya Kolecer pun diamankan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusipda) Kota Tasikmalaya.

Kepala Seksi Pembinaan Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Dinas Perpusipda Kota Tasikmalaya Hasriadi menerangkan, Kolecer mulai ada pada April dan kontrak pengelolaannya habis November. Dengan begitu, pihaknya menarik Kolecer dari Taman Kota untuk diamankan di kantor.

“Karena belum ada pengelolanya sehingga ditarik dulu. Kalau disimpan di sana takut rusak, takut hilang dan lainnya,” kata dia kepada Radar, Senin (30/12).

Dinas Perpusipda sedang menunggu anggaran untuk pengelola Kolecer. Sebelumnya, anggaran petugas jaga itu diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat. Bila tidak ada lagi anggaran dari provinsi, pihaknya akan mengupayakan memadukan program Kolecer dan perpustakaan keliling pada 2020.

“Tanpa adanya petugas pun sebenarnya bisa berjalan Kolecer ini. Atau nanti bisa petugas perpustakaan yang sudah selesai melakukan kegiatan perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah setengah kerjanya di Kolecer,” ujar dia.

Menurut dia, rencananya Pemprov Jabar akan kembali mengirimkan tiga Kolecer ke Kota Tasikmalaya. Namun, untuk penempatannya belum ada kepastian. Bila bantuan tersebut terealisasi, maka Kota Resik akan memiliki empat Kolecer. “Kalau melihat Kota Tasikmalaya, penempatan Kolecer bisa di Taman Kota, alun-alun, seputar kompleks olahraga Dadaha dan mungkin juga di waduk Situ Gede. Yang jelas disimpan di tempat-tempat pedestrian,” ujar dia.

Program Kolecer itu, kata dia, sebagai upaya pemerintah mengembangkan minat baca dan mendekatkan bahan pustaka ke masyarakat. Gubernur pun mengharapkan masyarakat turut berbagi buku atau membaca buku di Kolecer.

“Paling efektif bulan Februari (2020, Red) untuk empat Kolecer tersebut bisa dinikmati oleh masyarakat, sehingga filosofinya tersampaikan yaitu siapa pun bisa mengambil untuk membaca dan siapa pun bisa menyimpan setelah membaca,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam menilai, perpustakaan sangat dibutuhkan dalam upaya mencerdaskan dan menyadarkan masyarakat untuk membaca. Dengan demikian, program seperti Kolecer sangat cocok untuk meningkatkan minat baca.

“Mudah-mudahan ini bisa ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan program yang sama (Kolecer, Red) karena punya kenyakinan warga kota Tasikmalaya masih banyak yang concern untuk membaca,” ujarnya.

Dia menerangkan, sumber ilmu pengetahuan adalah membaca. Namun demikian, dia menyadari kemajuan digital menjadi tantangan yang barat untuk meningkatkan minat baca lantaran generasi muda telah dininabobokan oleh kemajuan teknologi seperti bermain game online. Maka dari itu, pemerintah tidak boleh mundur dalam menciptakan budaya membaca masyarakat. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.