Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.1%

88.5%

3.1%

0.3%

5.9%

0%

1%

0%
Akui Masih Terima Keluhan Warga

Komisi D DPRD Ciamis Temukan Kekacauan dalam Pendataan Warga Miskin

33
0

Verifikasi data warga Ciamis yang masih dalam kondisi miskin harus akurat. Jangan sampai masih ada warga yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, padahal kondisinya jauh dari berdaya.

Basis Data Terpadu (BDT)/ Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) bulan Juli 2019, di 27 kecamatan di Kabupaten Ciamis, jumlah keluarga miskin 152.385 kepala keluarga. Jika hitungannya jiwa, jumlah warga miskin mencapai 465.615.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ciamis H Abung Sabur mengaku masih mendapatkan laporan dan keluhan dari masyarakat bahwa warga miskin ada yang belum menerima bantuan dari pemerintah.

Itu, menurutnya, karena data warga miskin itu tidak masuk di Basis Data Terpadu (BDT)/ Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Untuk itu, dia sangat berharap kepada pemerintahan desa untuk aktif memverifikasi masyarakat miskin di setiap pelosok desa.

Proses verifikasi itu harus dilaksanakan kontinyu setiap saat agar bisa update terus dan masuk ke aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).

“Karena yang lebih paham atau dekat adalah desanya itu sendiri, makanya aktif terus melakukan verifikasi data setiap saat agar (data kemiskinan, Red) update terus,” tutur Abung di kantornya Jumat (15/11) siang.

Saat warga miskin tercatat di Basis Data Terpadu (BDT) atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), mereka akan menerima bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi.

Meski masih ada warga miskin yang mengeluhkan belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, Abung mengatakan Kabupaten Ciamis masuk empat besar daerah paling aktif dalam perubahan data masyarakat miskin di Jawa Barat.

“Tentunya ini sebagai prestasi, semoga ini bisa dipertahankan serta desa bisa terus aktif meng-update dalam BDT/DTKS,” ujarnya.

Dalam kesempatan berbeda, anggota Komisi D DPRD Ciamis dari Fraksi PDI Perjuangan Yogi Permadi menjelaskan berdasarkan data dari Kantor Layanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan Daerah (LTPKD) Kabupaten Ciamis bahwa penerima bantuan iuran (PBI) dari APBN sebanyak 536.897 orang, sementara PBI dari APBD 56.144 orang.

Menurutnya, data tersebut (jumlah penerima PBI) lebih banyak daripada jumlah jiwa warga miskin di Ciamis berdasarkan data Basis Data Terpadu (BDT) atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang mencapai 465.615 orang dan jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 152.385.

“Artinya banyak orang tidak miskin mendapat bantuan iuran seperti kartu kesehatan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), KIS (Kartu Indonesia Sehat) dari pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah. Tapi faktanya saya serta timnya survei langsung sampel di satu Kecamatan Cikoneng, masih ada orang miskin yang belum mendapat Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau dari berbagai program dari pemerintah menyangkut kemiskinan, artinya adanya kekacauan pendataan di lapangan,” paparnya.

Untuk itu update data warga miskin harus dilaksanakan minimal enam bulan sekali. Jadi warga yang sebelumnya miskin dan sudah tidak miskin atau perekonomiannya naik, itu di-update.

Dia pun bertanya kepada stakeholders yang menangani kemiskinan: apakah perubahan warga yang awalnya miskin kini sudah tidak miskin lagi itu sudah dilakukan atau belum?

“Artinya kami garis bawahi bahwa penanganan persoalan kemiskinan itu harus dilakukan dari hulu sampai hilir. Harus sinkron dan akurat serta tepat dalam pendataan serta verifikasinya. Selain itu penanganan kemiskinan, termasuk ada di semua SKPD,” ujarnya.

Kepala Desa Karangkamulyan Kecamatan Cijeungjing M Abdul Haris menjelaskan di desanya sudah dilakukan survei kependudukan. Dalam survei tersebut untuk mengetahui warganya miskin dan tidak.

“Misalkan rumah tangganya gimana, lahan rumahnya gimana. Jadi harus ada variabelnya bila mau diprogramkan setiap desa,” ujarnya.

Di Desa Karangkamulyan, kata Haris, pendataan melibatkan anggota PKK. Mereka mendata kategori rumah tangga warga, kondisi rumah dan kelayakan untuk mendapatkan bantuan. “Hingga bisa akurat,” tandasnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.